Rangkaian elektronika pengatur-penala antena

Posted by ATMAJA'Z

Di dalam bagian ini di bahas tentang suatu rangkaian-sirkuit pengatur atau penempatan antena untuk pemancar SW gelombang 3-30 Mhz/short wave 3-30 Mhz


Rangkaian pengatur-penala antenaUntuk rangkaian transmacth ini sebenarnya tujuannya adalah menempatkan impedansi yang pas antara antena dengan pemancar sehingga terjadi perbandingan 1:1 di bacaan SWRnya,karena dalam penempatan ini rangkaian ini dihubungkan dengan SWR/standing wave ratio. Dengan begitu maksud dari 1:1 adalah satu yang keluar juga satu yang dipancarkan oleh antena bukannya cuma setengahnya saja.Impedansinya umumnya adalah 50 Ohm. Dengan rangkaian ini tenaga maksimum yang bisa lewat rangkaian ini adalah 50 Watt
More aboutRangkaian elektronika pengatur-penala antena

RANGKAIAN ELEKTRONIKA INDIKASI BATERY LEMAH

Posted by ATMAJA'Z

bateRi indikator sebenarnya didesign untuk rangkaian tenaga matahari dan otomotif tapi bisa juga di sembarang rangkaian elektronika. minimal tegangan yang dipakai adalah 12 volt,arus peringatan low voltage:15 ma.Nada bisa diubah dengan mengatur R7


RANGKAIAN ELEKTRONIKA INDIKASI BATERY LEMAH
More aboutRANGKAIAN ELEKTRONIKA INDIKASI BATERY LEMAH

SKEMA RANGKAIAN PEMANCAR AM

Posted by ATMAJA'Z

SKEMA RANGKAIAN PEMANCAR AM
Untuk pemancar AM ini berdaya lumayan besar,menggunakan penala ceramic resonator 3,587 mhz,dan dijual juga filter resonator dengan nilai 5,5 mhz,7,7 mhz dan 10,7 mhz.Jarak jangkauan pemancar ini kira-kira 2-4 km. prinsip kerja rangkaian ini adalah:filter resonator/ceramic filter membangkitkan frekuensi sebesar nilai dari filter resonator tsb. frekuensi ini diperkuat oleh transisitor t1.frekuensi ini bisa berubah sehingga dpperlukan c7 sebagai pengatur/penempatan. sinyal suara ditumpangkan lewat audio transformer.frekuensi yang terbangkitkan oleh filter resonator dan t1 diumpankan kepenguat selanjutnya untuk diperkuat sehingga mencapai daya yang diinginkan untuk dioper ke antena. t2 sebagai bufer dan t3 sebagai final power amp

More aboutSKEMA RANGKAIAN PEMANCAR AM

SKEMA RANKAIAN RADIO AM-TERBARU 2009

Posted by ATMAJA'Z

SKEMA RANKAIAN RADIO AM-TERBARU 2009
Untuk radio AM karena sekarang sudah susah untuk mencari IC ZN 414 maka sekarang bisa diganti dengan IC yang equivalen yaitu MK 484. Jangkauan frekuensinya antara 550 mhz-1600 khz,IC 3 pin ini mencakup rangkaian penala radio,penguat RF,automatic gain control,AM detektor. Rangkaian pengatur tegangan atau satu daya di buat oleh transistor BC 108B,4diada IN 4148, 2k7,820R,dan 10K trimpot,fungsi trimpot untuk selektifitas dari pengontrol semua rangkaian

More aboutSKEMA RANKAIAN RADIO AM-TERBARU 2009

SKEMA RANGKAIN ALARM AANTI KEBAKARAN

Posted by ATMAJA'Z

SKEMA RANGKAIAN ALARM AANTI KEBAKARAN
Untuk alarm ini,sistem kerjanya adl bila ada asap yang ditimbulkan oleh api melewati antara bola lampu dan LDR sehingga penerimaan cahaya di LDR menjadi berkurang,sehingga nilai tahanan dariLDR menjadi lebih besar mengakibatkan tegangan diCOB/chip cukup untuk on/hidup,sehingga menghasilkan bunyi peringatan/alarm, dan suara tersebut diperkuat dengan amplifier TDA 2002 sehingga bunyi yang dihasilkan menjadi lebih keras

More aboutSKEMA RANGKAIN ALARM AANTI KEBAKARAN

Rangkaian preamphead/head preamplifier

Posted by ATMAJA'Z

Di dalam situs ini di bahas ttg satu penguat sinyal head menggunakam ic lm 387. Dan akan disajikan link-link ke situs-situs yang menyediakan tutorial elektronika dan free circuit. Untuk mendapatkan gambar yang jelas dari circuit ini klik pada gambar rangkaian tsbRangkaian preamphead/head preamplifier
rangkaian
Salah satu unsur untuk memproduksi suara yang bagus dlm tape player adalah preamphead.karena preamp head merupakan awal pemprosesan audio yang diambil oleh head.
Daftar komponen:
R1 = R5 = 56k C2 = C6 = 1,5nF R2 = R6 = 2,2M C3 = C7 = 22uF/10V R3 = R7 = 270 ohm C4 = C8 = 1uF/25V R4 = R8 = 330k C9 = C10 = 4,7uF/25V R9 = R10 = 100k IC = LM387

More aboutRangkaian preamphead/head preamplifier

SKEMA RANGKAIAN Op-Amp (operational amplifier)

Posted by ATMAJA'Z

Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar, yaitu rangkaian penguat inverting, non-inverting differensiator dan integrator.

I. Pengertian Dasar Op-Amp
Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar, yaitu rangkaian penguat inverting, non-inverting differensiator dan integrator.



Pada Op-Amp memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik)yaitu feedback negatif dan feedback positif dimana Feedback negatif pada op-amp memegang peranan penting. Secara umum, umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur.

Op-amp ideal
Op-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial) yang memiliki dua masukan. Input (masukan) op-amp ada yang dinamakan input inverting dan non-inverting. Op-amp ideal memiliki open loop gain (penguatan loop terbuka) yang tak terhingga besarnya. Seperti misalnya op-amp LM741 yang sering digunakan oleh banyak praktisi elektronika, memiliki karakteristik tipikal open loop gain sebesar 104 ~ 105. Penguatan yang sebesar ini membuat op-amp menjadi tidak stabil, dan penguatannya menjadi tidak terukur (infinite). Disinilah peran rangkaian negative feedback (umpanbalik negatif) diperlukan, sehingga op-amp dapat dirangkai menjadi aplikasi dengan nilai penguatan yang terukur (finite).

Impedasi input op-amp ideal mestinya adalah tak terhingga, sehingga mestinya arus input pada tiap masukannya adalah 0. Sebagai perbandingan praktis, op-amp LM741 memiliki impedansi input Zin = 106 Ohm. Nilai impedansi ini masih relatif sangat besar sehingga arus input op-amp LM741 mestinya sangat kecil.

Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule, yaitu :

Aturan 1:Perbedaan tegangan antara input v+ dan v- adalah nol (v+ - v- = 0 atau v+ = v- )
Aturan 2:Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i- = 0)

Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang digunakan untuk menganalisa rangkaian op-amp.

II. Karakteristik Dasar Op-Amp

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pada dasarnya Op-amp adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial), yang mana memiliki 2 input masukan yaitu input inverting (V-) dan input non-inverting(V+), Rangkaian dasar dari penguat diferensial dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini:Pada rangkaian diatas, dapat diketahui tegangan output (Vout) adalah Vout = A(v1-v2) dengan A adalah penguatan dari penguat diferensial ini. Titik input v1 dikatakan sebagai input non-iverting, sebab tegangan vout satu phase dengan v1. Sedangkan sebaliknya titik v2 dikatakan input inverting sebab berlawanan phasa dengan tengangan vout.

Diagram Blok Op-amp
Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian, yang pertama adalah penguat diferensial, lalu ada tahap penguatan (gain), selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. Gambar-2(a) berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut.Simbol op-amp adalah seperti pada gambar-2(b) dengan 2 input, non-inverting (+) dan input inverting (-). Umumnya op-amp bekerja dengan dual supply (+Vcc dan –Vee) namun banyak juga op-amp dibuat dengan single supply (Vcc – ground). Simbol rangkaian di dalam op-amp pada gambar-2(b) adalah parameter umum dari sebuah op-amp. Rin adalah resitansi input yang nilai idealnya infinit (tak terhingga). Rout adalah resistansi output dan besar resistansi idealnya 0 (nol). Sedangkan AOL adalah nilai penguatan open loop dan nilai idealnya tak terhingga.

Saat ini banyak terdapat tipe-tipe op-amp dengan karakterisktik yang spesifik. Op-amp standard type 741 dalam kemasan IC DIP 8 pin. Untuk tipe yang sama, tiap pabrikan mengeluarkan seri IC dengan insial atau nama yang berbeda. Misalnya dikenal MC1741 dari motorola, LM741 buatan National Semiconductor, SN741 dari Texas Instrument dan lain sebagainya. Tergantung dari teknologi pembuatan dan desain IC-nya, karakteristik satu op-amp dapat berbeda dengan op-amp lain.
More aboutSKEMA RANGKAIAN Op-Amp (operational amplifier)

ADC/DAC ( Analog to digital Converter )

Posted by ATMAJA'Z

Analog to Digital Converter (ADC) adalah pengubah atau pengkonversi sinyal dari sinyal Analog ke Digital, yang jadi pertanyaan adalah kenapa sinyal analog tersebut harus di ubah ke sinyal digital? Yaitu agar sinyal analog tersebut bisa dibaca sebagai data dan kalo sudah dalam bentuk data maka kita dapat dengan mudah mengolah data tersebut didalam perangkat digital.
http://1.bp.blogspot.com/_z2oTX5ZweGI/R_nSGgiP8pI/AAAAAAAAAGo/Tb9-d8e2HaQ/s320/adc1.JPG
Konverter A/D tersedia secara komersial tersedia sebagai rangkaian terpadu dengan resolusi 8bit, 16 bit sampai dengan 32 bit. Pada pembahasan kali ini kita akan coba jelaskan mengenai perbedaan dari bit resolusi tersebut, pada ADC0801, yaitu sebagai sebuah konverter A/D 8 bit yang mudah diinterfacekandengan sistem berbasis 8 bit misalkan mikrokontroller. A/D ini menggunakan metode approksimasi berturut-turut untuk mengkonversikan masukan analog (0-5V) menjadi data digital 8 bit yang ekivalen. ADC0801 mempunyai pembangkit clock internal dan memerlukan catu daya +5V dan mempunyai waktu konversi optimum sekitar 100us.

Diagram konfigurasi pin ADC0804 ditunjukkan pada gambar 1. Pin 11 sampai 18 ( keluaran digital ) adalah keluaran tiga keadaan, yang dapat dihubungkan langsung dengan bus data bilamana diperlukan. Apabila CS ( pin 1 ) atau RD (pin2) dalam keadaan high (“1”), pin 11 sampai 18 akan mengambang ( high impedanze ), apabila CS dan RD rendah keduanya, keluaran digital akan muncul pada saluran keluaran.
Sinyal mulai konversi pada WR (pin 3). Untuk memulai suatu konversi, CS harus rendah. Bilamana WR menjadi rendah, konverter akam mengalami reset, dan ketika WR kembali kepada keadaan high, konversi segera dimulai.
Konversi detak konverter harus terletak dalam daereh frekuensi 100 sampai 800kHz. CLK IN ( pin 4) dapat diturunkan dari detak mikrokontroller, sebagai kemungkinan lain, kita dapat mempergunakan pembangkit clock internal dengan memasang rangkaian RC antara CLN IN ( pin 4) dan CLK R ( pin 19).
Pin 5 adalah saluran yang digunakan untuk INTR, sinyal selesai konversi. INTR akan menjadi tinggi pada saat memulai konversi, dan akan aktiv rendah bila konversi telah selesai. Tepi turun sinyal INTR dapat dipergunakan untuk menginterupsi sistem mikrokontroller, supaya mikrokontroller melakukan pencabangan ke subrutine pelayanan yang memproses keluaran konverter.
Pin 6 dan 7 adalah masukan diferensial bagi sinyal analog. A/D ini mempunyai dua ground, A GND (pin 8) dan D GND ( pin10). Kedua pin ini harus dihubungkan dengan ground. Pin 20 harus dihubungkan dengan catu daya +5V
A/D ini mempunyai dua buah ground, A GND ( pin 8 ) dan D GND ( pin 10). Keduanya harus dihubungkan dengan catu daya, sebesar +5V.
Pada A/D 0804 merupakan tegangan referensi yang digunakan untuk offset suatu keluaran digital maksimum.

A/D ini dapat dirangkai untuk menghasilkan konversi secara kontinu. Untuk melaksanakannya, kita harus menghubungkan CS, dan RD ke ground dan menyambungkan WR dengan INTR seperti pada gambar dibawah ini. Maka dengan ini keluaran digital yang kontinu akan muncul, karena sinyal INTR menggerakkan masukan WR. Pada akhir konversi INTR berubah menjadi low, sehingga keadaan ini akan mereset konverter dan mulai konversi.

III. Parameter-Parameter Penting Pada ADC

Resolusi konversi ADC


Resolusi konversi dari sebuah konverter analog ke digital adalah, dimana kita dapat mengkonversikan data analog kedalam bit-bit digital tersebut, apakah data analog tersebut akan dikonversikan ke dalam data 8bit, 16 bit atau 32bit, ini tergantung keinginan si perancang design dan tergantung dari kekompatibelan device yang nanti akan di interface kan.

Misalkan ingin meng interface kan ADC dengan mikrokontroller maka harus dilihat support untuk berapa bit kah mikrokontroller tersebut?, dan biasanya mikrokontroller support untuk ADC dengan resolusi 8 bit.

Time Konversi

Time konversi atau waktu konversi adalah waktu yang dibutuhkan oleh ADC untuk mengkonversi data analaog ke digital, untuk menentukan time konversi ini tentunya kita harus melihat di datasheet nya, dan harus dilihat untuk kebutuhan seperti apa.

Time konversi semakin tinggi mungkin semakin baik, tetapi harus didukung pula untuk interface nya seperti apa, missal untuk mikrokontroller yang support untuk time lebih besar maka tidak akan cocok bila menggunakan ADC dengan Time yang lebih besar, penentuan time konversi ini perlu disesuaikan dengan design interface nya seperti apa. Jika semua device nya mendukung untuk time yang lebih cepat maka dengan menggunakan ADC yang time nya lebih cepat itu akan menjadi lebih baik.

IV. ADC yang ada dipasaran

Konverter A/D tersedia secara komersial tersedia sebagai rangkaian terpadu dengan resolusi 8, 16 bit sampai dengan 32 bit. Dipasaran mungkin lebih banyak tersedia ADC yang 8 bit. Type-type ADC yang tersedia seperti: ADC080X dll.

Untuk mengetahui semua itu tentunya akan lebih lengkap jika kita melihatnya di datasheet nya langsung.
More aboutADC/DAC ( Analog to digital Converter )

SENSOR ELECTRIC- APA ITU??

Posted by ATMAJA'Z

Sensor adalah device atau komponen elektronika yang digunakan untuk merubah besaran f menjadi besaran listrik sehingga bisa di analisa dengan menggunakan rangkaian listrik.isik menjadi besaran listrik sehingga bisa di analisa dengan menggunakan rangkaian listrik.


I. Pengertian
Sensor adalah device atau komponen elektronika yang digunakan untuk merubah besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga bisa di analisa dengan menggunakan rangkaian listrik.

Jenis sensor secara garis besar bisa dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. Sensor fisika
2. Sensor Kimia

Sensor fisika adalah sensor yang mendeteksi suatu besaran berdasarkan hokum-hukum fisika. Yang termasuk kedalam jenis sensor fisika yaitu :

- Sensor cahaya
- Sensor suara
- Sensor suhu
- Sensor gaya
- Sensor percepatan

Sensor kimia adalah sensor yang mendeteksi jumlah suatu zat kimia dengan cara mengubah besaran kimi menjadi besaran listrik. Biasanya ini melibatkan beberapa reaksi kimia. Yang termasuk kedalam jenis sensor kimia yaitu :

- Sensor PH
- Sensor Gas
- Sensor oksigen
- Sensor Ledakan
- dll

untuk selanjutnya pembahsan kita akan lebih difokuskan pada jenis Sensor Fisika dan implementasinya dalam rangkaian elektronika sederhana

Sensor cahaya
Sensor cahaya adalah sensor yang cara kerjanya yaitu merubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Dipasaran sudah begitu luas penggunaan nya.
Komponen yang termasuk dalam Sensor cahaya yaitu :

- LDR ( Light Dependent Resistor )
LDR adalah sebuah resistor dimana nilai resistansinya akan berubah jika dikenai
cahaya.
- PhotoDioda
Photo dioda adalah sebuah dioda yang apabila dikenai cahaya akan memancarkan electron sehingga akan menalirkan arus listrik.
- Phototransistor
Phototransistor adalah sebuah transistor yang apabila dikenai cahaya akan mengalirkan electron sehingga akan terjadi penguatan arus seperti pada sebuah transistor.
- Optocoupler
Optocoupler adalah sebuah komponen kopling berbasis optik.

Sensor suara

Sensor suara adalah sensor yang cara kerjanya yaitu merubah besaran suara menjadi besaran listrik, dan dipasaran sudah begitu luas penggunaan nya.
Komponen yang termasuk dalam Sensor suara yaitu :

- Microphone
Micropone adalah komponen elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkn oleh gelobang suara akan menghasilkan sinyal listrik.
- dll

Sensor suhu

Sensor suhu adalah sensor yang cara kerjanya yaitu merubah besaran suhu menjadi besaran listrik dan dipasaran sudah begitu luas penggunaan nya.
Komponen yang termasuk dalam sensor suhu yaitu?

- NTC
NTC adalah komponen elektronika dimana jika dikenai panas maka tahanan nya akan naik.
- PTC
PTC adalah komponen elektronika dimana jika terkena panas maka tahannany akan semakin turun.

More aboutSENSOR ELECTRIC- APA ITU??

ELEKTRONIKA DASAR

Posted by ATMAJA'Z

download artikel elektronika dasar di sini
More aboutELEKTRONIKA DASAR

RANGKIAN ELEKTRONIKA PENGUSIR TIKUS

Posted by ATMAJA'Z


Binatang yang satu ini memang sangat binal dan menyebalkan. "Aksi mesum" nya bisa macam-macam mulai dari buang kotoran di mana-mana, mengobrak-abrik lemari pakaian dan gudang, menyebarkan penyakit (pes), dan sebagainya. Pokoknya selalu bikin onar! Nggak usah bingung ato sewot
RANGKAIAN PENGUSIR TIKUS
Salah satu alternatif untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan pengusir tikus elektronik. Selain ramah lingkungan, alat ini juga bisa digunakan sebagai penyaluran hobby dan belajar elektronika.

Komponen elektronika yang dibutuhan untuk membangun rangkaian pengusir tikus elektronik tidak banyak, cukup murah dan mudah didapatkan di toko-toko elektronik. Skema rangkaian elektroniknya bisa dilihat langsung pada gambar di atas. Rangkaian bisa dibangun pada sebuah PCB dot matrix atau bikin layout dulu dengan munggunakan PCB polos. Dalam beberapa hari setelah pemasangan alat ini (secara terus menerus) akan terlihat hasilnya. Para tikus dan kerabatnya pasti akan enyah entah kemana dan rumahpun terbebas dari binatang paling menyebalkan.

Secara sederhana rangkaian pengusir tikus adalah sebuah oscilator yang mengeluarkan gelombang ultrasonic pada kisaran frekuensi 20 - 40 KHz. Gelombang ultrasonic yang dihasilkannya tidak akan terdengar di telinga kita tapi akan sangat mengganggu sekali bagi telinga tikus. Base Frequency lalu dimodulir dengan signal 50 Hz yang didapat dari frekuensi tegangan jala-jala PLN melalui kapasitor C4 (untuk menghindari tikus menjadi kebal terhadap alat ini) sehingga akan dihasilkan ayunan frekuensi antara 20 - 40 KHz secara periodik. Efek yang dialami tikus akan terasa sangat dasyat, seolah-olah seperti kita berada pada sebuah konser music amburadul dengan irama yang acak-acakan dan tidak bisa dinikmati sama sekali, plus sa'at itu kita lagi sakit gigi!! Bisa dibayangkan? Yup, music trust-metal mungkin masih jauh lebih indah dibanding suara alat ini (menurut telinga tikus sih, kalo di telinga manusia tidak akan terdengar sama sekali). Kira-kira seperti itu, persisnya ya nggak tau karena saya belum belum pernah merasakan jadi tikus, ha-ha-ha!

Jantung rangkaian pengusir tikus elektronik adalah sebuah IC tipe 555 yang sudah sangat populer, murah dan serba guna.Daftar lengkap komponen elektronika yang diperlukan berikut ini.
R1 ... 1K
R2,R3 ... 15K
C1 ... 1nF
C2 ... 1uF/16V
C3 ... 10nF
C4 ... 220nF
C5 ... 1000uF/16V
D1..D4 ... 1N 4001
IC1 ... 555
Tr1 ... Trafo 6V/200mA
TD1 ... speaker tweeter bentuk corong
F1 ... Fuse/sekring 50 mA

Gunakan loudspeaker dari piezo electric atau speaker tweeter bentuk corong agar frekuensi ultrasonic-nya lebih nendang dan efektif. Pengusir tikus elektronik ini efektif untuk ruangan seluas maksimal 200 m2 asal penempatannya tepat. Bisa diletakkan misalnya di pojok atas ruangan agar frekuensi noise-nya bisa menyebar ke seluruh ruangan tanpa halangan. Nyalakan secara terus menerus untuk menjaga agar tikus tidak datang lagi, tidak usah khawatir dengan konsumsi listriknya karena daya listrik yang dibutuhkan cukup rendah, masih lebih besar lampu bohlam 5 watt/220 volt. Pengaturan frekuensi dsb. tidak diperlukan.

Setelah selesai merakit, ingat cek sekali lagi dan pastikan semua komponen dan sambungan elektroniknya terpasang dengan benar tanpa salah sedikitpun sebelum mengoperasikannya pertama kali. Untuk ngecek keluarannya bisa dengan mengganti kapasitor C1 dengan nilai yang lebih besar misalnya 10nF, maka suara yang dikeluarkan akan masuk pada daerah ambang pendengaran manusia, setelah itu kembalikan lagi kapasitor seperti semula yaitu 1nF.

More aboutRANGKIAN ELEKTRONIKA PENGUSIR TIKUS

RANGKAIAN ELEKTRONIKA-LAMPU FLIP-FLOP

Posted by ATMAJA'Z

Ada yang lagi nyari rangkaian lampu flip-flop? Berikut ini adalah rangkaian elektroniknya. Rangkaian ini tergolong sederhana sehingga cocok digunakan sebagai latihan untuk belajar elektronika. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat langsung gambar di bawah.

LAMPU FLIP-FLOPSetelah proyek pertama kita Lampu Darurat (Emergency Light), kita coba sekarang proyek kedua yaitu rangkaian Lampu Flip Flop. Saya yakin kamu bakal bisa menyelesaikan proyek ini dengan mudah dan cepat tanpa ada kesulitan. Rangkaian lampu flip-flop (Flip Flop Circuit Lamp) - saya menyebutnya sebagai LAMPU GENIT karena berkedap-kedip bagaikan mata cewek cantik yang genit menggoda para cowok... (ha-ha-ha!) - sebenarnya adalah sebuah multivibrator-astabil (multivibrator tak stabil). Kedua transistor pada rangkaian ini menghantar dan menyumbat secara bergantian sehingga lampu LED D1 dan D2 akan menyala dan padam secara bergantian. Kecepatan pergantian nyala-padam kedua LED tersebut ditentukan oleh besarnya kapasitor C1 dan C2. Makin besar nilai kapasitor tersebut akan makin lambat frekuensi pergantian nyala-padam kedua lampu LED. Dengan nilai C1 = C2 maka LED1 dan LED2 akan nyala-padam dengan frekuensi yang sama.

Berikut ini adalah daftar komponen yang diperlukan untuk proyek rangkaian flip-flop ini.

R1,R4 .... 470 Ohm
R2,R3 .... 22K
C1,C2 .... 4,7uF/16 V
D1,D2 .... LED
Tr1,Tr2 .... FCS 9014

Tegangan catu yang diperlukan adalah 9 VDC. Jika menggunakan catu daya 3 Volt (2 buah battery 1,5 Volt), R1 dan R2 bisa dihilangkan dan kaki katoda LED masing-masing langsung disambungkan ke kaki kolektor dari Transistor yang berkaitan. Kaki-kaki Transistor FCS 9014 bisa dilihat pada gambar di bawahJika semua komponen telah selesai dirakit, jangan lupa untuk memeriksa sekali lagi apakah semua komponen sudah terpasang dengan benar sebelum menghubungkannya ke catu daya. Periksa kaki transistor apakah basis emitor dan kolektornya sudah tepat serta LED dan polaritas kapasitornya jangan sampai terbalik. Setelah yakin semuanya sudah benar, bisa dicoba dihubungkan dengan catu daya atau battery. Silahkan bereksperimen dengan mengubah nilai C1 dan C2 untuk mendapatkan kecepatan nyala-padam yang diinginkan sesuai selera kamu.
More aboutRANGKAIAN ELEKTRONIKA-LAMPU FLIP-FLOP

GAMBAR RANGKAIN SERI DAN PARALEL

Posted by ATMAJA'Z

Penggunaan resistor dalam rangkaian elektronika bisa dirangkai secara seri, paralel atau gabungan dari keduanya (kombinasi seri-paralel). Rangkaian seri adalah menderetkan lebih dari 1 resistor dalam satu garis, sedangkan rangkaian paralel adalah merangkai resistor secara jajarPenggunaan resistor dalam rangkaian elektronika bisa dirangkai secara seri, paralel atau gabungan dari keduanya (kombinasi seri-paralel). Rangkaian seri adalah menderetkan lebih dari 1 resistor dalam satu garis, sedangkan rangkaian paralel adalah merangkai resistor secara jajar
Cara menghitung resistor total (Rt) untuk rangkaian resistor seri adalah hasil penjumlahan dari harga-harga resistor yang diseri tersebut. Contohnya misalkan saja ada 4 resistor dengan nilai masing-masing adalah R1=100 ohm ; R2=150 ohm ; R3=200 ohm ; R4=250 ohm. Kita rangkaikan 4 resistor tersebut secara seri, maka :
Rt = R1 + R2 + R3 + R4
Rt = 100 + 150 + 200 + 250 = 700 ohmSedangkan nilai resistor total untuk rangkaian paralel harus kita hitung dulu 1/Rt atau Rt pangkat (-1). Kita buat aja 4 resistor di atas sebagai contoh, jika dirangkai secara paralel maka :
1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4
1/Rt = 1/100 + 1/150 + 1/200 + 1/250
= 750/75000 + 500/75000 + 375/75000 + 300/75000 (udah pada pinter kan menyamakan penyebut untuk hitungan di atas?)
1/Rt = 1205/75000
maka :
Rt = 75000/1205 = 62,24 ohm
Jauh lebih kecil ya dibanding harga total dari resistor yang dirangakai secara seri?
Yah, begitulah memang kenyataannya... Rangkaian resistor paralel (murni dan bukan kobinasi seri-paralel) selalu memiliki harga lebih kecil dari resistor terkecil yang dirangkaikan, ingat ya...



Dari aturan di atas maka jika 2 resistor dengan harga yang sama diparalelkan akan didapat harga setengahnya. Sebaliknya jika diserikan akan didapatkan harga dua kali lipatnya. Prinsip ini bisa digunakan antara lain untuk mengganti resistor yang tidak ada di pasaran, terutama untuk kamu yang pingin menggunakan nilai presisi di tiap rangkaian yang kamu buat. Misalnya saja kita membutuhkan sebuah resistor dengan nilai 60 ohm (tidak ada di pasaran), maka kita bisa menggunakan 2 resistor yang berharga 120 ohm yang diparalelkan (jika tidak ingin menggunakan resistor dengan nilai yang mendekati harga tersebut misalnya 47 ohm atau 68 ohm).

Untuk rangkaian resistor kobinasi seri dan paralel, nilai R totalnya kita hitung satu persatu dulu. Resistor yang seri dihitung sendiri begitu juga yang paralel, baru kemudian bisa ditentukan nilai totalnya sesuai aturan seri/paralel.

Perlu contoh lagi gitu? Ok ok , kita pakai 4 resistor di atas lagi sebagai contoh. Misalkan kita buat rangkaian kombinasi : R1 dan R2 diserikan, lalu 2 resistor seri tersebut diparalel dengan R3, dan hasilnya diserikan dengan R4. Lihat gambar di bawah ini.Cara menentukan R totalnya atau R resultant-nya adalah :
Tahap 1 kita hitung dulu nilai Resistor hasil dari R1 dan R2 yang dirangkai secara seri (Rs) yaitu :
Rs = R1 + R2 = 100 + 150 = 250 ohm
Tahap selanjutnya Rs ini diparalel dengan R3, kita hitung R paralel (Rp)
1/Rp = 1/Rs + 1/R4 = 1/250 + 1/200 = 4/1000 + 5/1000
1/Rp = 9/1000
Maka :
Rp = 1000/9 = 111,11 ohm
Tahap selanjutnya Rp ini diserikan dengan R4, maka R totalnya adalah :
Rt = Rp + R4 = 111,11 + 250
Rt = 361,11 ohm
Mudah bukan? Pasti bisa dimengertilah, jagoan koq... he-he-he!
Cobain deh berlatih dengan membuat rangkaian resistor kombinasi seri-paralel sendiri lalu hitung berapa nilai R totalnya. Selamat berlatih, kalo ada kesulitan silahkan tanya atau bisa tulis comment di bawah ini.

More aboutGAMBAR RANGKAIN SERI DAN PARALEL

Pengertian Komponen aktif dan komponen pasif

Posted by ATMAJA'Z

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang komponen2 elektronika ada baiknya kita tahu dulu jenis2 komponen elektronika berdasarkan butuh tidaknya arus panjar dalam bekerjanya. Dalam bidang elektronika dikenal ada dua jenis komponen jika kita kelompokkan berdasarkan kriteria di atas

Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.

Komponen aktif adalah
jenis komponen elektronika yang memerlukan arus panjar agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh komponen aktif ini adalah Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini.

Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb.

Dalam penggunaannya kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian2 pasif yang hanya menggunakan komponen2 pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya.
More aboutPengertian Komponen aktif dan komponen pasif

PENGERTIAN RELAY ELECTRONIKA

Posted by ATMAJA'Z


Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relai merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya
Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbalik yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.RELAY

Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih aman.Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).

Penemu relay pertama kali adalah Joseph Henry pada tahun 1835.

More aboutPENGERTIAN RELAY ELECTRONIKA

PENGERTIAN KAPASITOR

Posted by ATMAJA'Z

Komponen elektronika kali ini yang akan kita bahas adalah kapasitor.Selain kapasitor nama lainnya adalah condensator.Komponen ini seperti halnya resistor juga termasuk dalam kelompok komponen pasif,yaitu jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar.
Jenis-jenis kapasitor ada berbagai macam,diantaranya adalah di bawah ini.GAMBAR ELCO-KAPASITOR

* Menurut Polaritasnya
- Kapasitor Polar
Memiliki polaritas (+) dan (-).
Dalam pemasangannya harus diperhatikan polaritasnya dan tidak boleh dipasang terbalik. Pada bodynya terdapat tanda polaritasnya untuk menandai kaki yang berpolaritas (+) atau (-).
- Kapasitor Non Polar(Bipolar Capasitor)
Jenis kapasitor ini bisa dipasang bolak-balik.

* Menurut Bahan Pembuatannya
Kapasitor pada dasarnya adalah 2 buah lempeng logam(dielectric) yang dipisahkan oleh sebuah bahan isulator. Nah,bahan isulator inilah yg menentukan nama kapasitor tersebut.
Menurut bahan pembuatannya jenis2 kapasitor adalah :
- Kapasitor Elektrolit → isulatornya dibuat dari bahan elektrolit
- Kapasitor Mika → bahan isulatornya dibuat dari mika
- Kapasitor Udara → bahan isulatornya dibuat dari udara.
- Kapasitor Kertas,tantalum,milar,dsb.

* Menurut Ketetapan Nilainya
- Kapasitor Tetap/permanen
Nilai kapasitasnya tidak bisa diubah-ubah.
- Kapasitor Variable atau sering juga disebut VC atau Varco (variable capasitor)
Kapasitor jenis ini bisa kita ubah-ubah nilainya.

Fungsi kapasitor adalah untuk menyimpan arus/tegangan listrik. Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.
Dalam penerapannya kapasitor digunakan sebagai filter/penyaring,perata tegangan DC pada pengubah AC to DC,pembangkit gelombang ac atau oscilator dsb.

Nilai kapasitor dapat kita lihat pada tulisan yang terdapat pada body-nya, misalnya 10 uF/16 V artinya nilai kapasitor itu adalah 10 mikro Farad dan bisa bekerja pada tegangan maximal 16 V,jika melebihi 16 V maka kapasitor ini akan mengalami 'break down' alias ko'it:-).
Farad adalah satuan nilai kapasitas dari kapasitor.
1 uF → 1 mikro Farad = 1 x 10 pangkat (-6) Farad = 0.000001 Farad
1 nF → 1 nano farad = 1 x 10 pangkat (-9) Farad
1 pF → 1 piko Farad = 1 x 10 pangkat (-12) FaradSIMBOL KAPASITOR

# Kode Angka Pada Kapasitor
Untuk kapasitor yang nilai kapasitasnya di bawah 1 uF biasanya nilai kapasitasnya dituliskan dalam kode angka.
Contoh :
1. 104 → 10 x 10 pangkat 4 (dalam satuan piko Farad) = 100000 pF atau 100 nF atau 0.1 uF
2. 222 → 22 x 10 pangkat 2 (pF) = 2200 pF atau 2.2 nF
* caranya adalah kita tulis ulang 2 angka pertama,kemudian kita kalikan dengan 10 pangkat angka terakhirnya.
3. 4n7 → 4.7 nano Farad
4. 2p5 → 2.5 piko Farad

Kapasitor yang bernilai di bawah 1 uF umumnya adalah jenis non polar,kecuali yang jenis elektrolit.

Gambar kapasitor adalah berikut iniDalam skema elektronika simbol kapasitor adalah seperti di bawah iniYang ada tanda (+) dan (-) adalah simbol kapasitor polar sedangkan yang tanpa tanda (+) dan (-) adalah simbol kapasitor non polar.

More aboutPENGERTIAN KAPASITOR

PENGERTIAN TRANSFORMATOR ELECTRIC

Posted by ATMAJA'Z


Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan listrik bolak-balik (AC)
Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari lempengan2 besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi. Sedangkan untuk trafo frekuensi tinggi (digunakan pada rangkaian2 Radio Frequency/RF) menggunakan inti ferit (serbuk besi yang dipadatkan).


Pada penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah impedansi. (hah makanan apaan tuh impedansi?!)
Wah kalo ngejelasin impedansi bakal habis postingan ini, ntar deh saya jelaskan tentang impedansi lain waktu aja ya :-). Balik lagi ke trafo, untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step Down Trafo) yang digunakan pada peralatan2 elektronik tegangan rendah, adaptor, pengisi battery dsb. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan dengan tegangan AC misalnya 220 volt maka pada bagian skundernya akan mengeluarkan tegangan yang lebih rendah. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar tegangan yang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal, misalnya 3 volt, 6 volt atau 12 volt dsb.

Sementara itu trafo penaik tegangan (Step Up Trafo) adalah kebalikan dari step down trafo yaitu untuk menaikkan tegangan listrik AC. Sebuah trafo penurun tegangan bisa juga kita gunakan untuk menaikkan tegangan dengan membalik bagian primernya menjadi skunder dan bagian skunder menjadi primer, tentu dengan memperhatikan tegangan kerja trafo tersebut. Contoh penggunaan trafo penaik tegangan adalah pada rangkaian emergency light/lampu darurat yang menyala saat PLN padam dan UPS pada PC. Prinsip kerjanyanya adalah tegangan DC (searah) yang berasal dari battery diubah menjadi tegangan AC (bolak-balik) lalu dinaikan menjadi 220 volt oleh trafo sehingga mampu menyalakan lampu atau PC di saat PLN padam.

Secara (bukan karena;-)) prinsip trafo penurun tegangan adalah jumlah lilitan primernya lebih banyak dari pada jumlah lilitan skundernya. Sedangkan trafo penaik tegangan memiliki jumlah lilitan primer lebih sedikit dari pada jumlah lilitan skundernya. Jika dilihat dari besarnya ukuran kawat email yang digunakan, trafo penurun tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih kecil pada lilitan primernya. Sebaliknya trafo penaik tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih besar pada lilitan primernya. Hal ini dikarenakan pada trafo penurun tegangan out put (keluaran) arus listriknya lebih besar, sedangkan trafo penaik tegangan memiliki out put arus yang lebih kecil. Sementara itu frekuensi tegangan pada in put dan out putnya tetap (tidak ada perubahan). Parameter lain adalah efisiensi daya trafo. Dalam kinerjanya trafo yang bagus memiliki efisiensi daya yang besar (sekitar 70-80%). Daya yang hilang biasanya keluar menjadi kalor/panas yang timbul pada saat trafo bekerja. Trafo yang memiliki efisiensi tinggi dibuat dengan teknik tertentu dengan memperhatikan bahan inti trafo, kerapatan lilitannya serta faktor2 lainnya.

Untuk mengetahui sebuah trafo masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO meter. Caranya posisikan AVO meter pada posisi Ohm meter, lalu cek lilitan primernya harus terhubung. Demikian juga lilitan sekundernya juga harus terhubung. Sedangkan antara lilitan primer dan skunder tidak boleh terhubung, jika terhubung maka trafo tersebut konslet (kecuali untuk jenis trafo tertentu yang memang didesain khusus untuk pemakaian tertentu). Begitu juga antara inti trafo dan lilitan primer/skunder tidak boleh terhubung, jika terhubung maka trafo tersebut akan mengalami kebocoran arus jika digunakan. Secara fisik trafo yang bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan rapat serta jika digunakan tidak bergetar, sehingga efisiensi dayanya bagus. Dalam penggunaannya perhatikan baik2 tegangan kerja trafo, tiap tep-nya biasanya ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V - 110V - 220V, untuk tegangan 220 volt gunakan tep 0V dan 220V, sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V dan 110V, jangan sampai salah atau trafo kita bakal hangus! Dan pada skundernya misalnya 0V - 3V - 6V - 12V dsb, gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan. Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik tengah. Contoh misalnya 12V - CT - 12V, artinya jika kita gunakan tep CT dan 12V maka besarnya tegangan adalah 12 volt, tapi jika kita gunakan 12V dan 12V besarnya tegangan adalah 24 volt.

Besarnya arus listrik yang bisa di supply oleh sebuah trafo biasanya juga dicantumkan misalnya 0.5 Amp, 1 Amp, 5 Amp dsb. Sesuaikan dengan kebutuhan jika membeli atau menggunakannya agar bisa berfungsi normal dan efisien.

Jenis2 trafo yang lain adalah trafo OT(Output Trafo) dan IT(Input Trafo). Trafo jenis ini banyak digunakan pada peralatan audio. Untuk trafo frekuensi tinggi mungkin nanti akan kita bahas pada bagian Radio Frekuensi (RF) karena penggunaannya lebih banyak dalam rangkaian2 RF.

More aboutPENGERTIAN TRANSFORMATOR ELECTRIC

cara membuat lampu emergancy (lampu darurat otomatis)

Posted by ATMAJA'Z

Setelah kita banyak belajar tentang berbagai macam komponen elektronika, saatnya sekarang kita coba membuat sebuah rangkaian sederhana yaitu Emergency Light atau unit penerangan darurat otomatis.
Rangkaian ini akan berfungsi sebagai penerangan yang akan menyala secara otomatis pada saat tegangan jala-jala PLN padam. Jika tegangan jala-jala PLN menyala maka akan padam juga secara otomatis.skema lampu emergncy

Skema rangkaian Emergency Light bisa dilihat langsung pada gambar di atas. Daftar komponen yang diperlukan adalah berikut ini :
R1 .... 33 ohm/1watt
R2 .... 470 ohm
C1 .... 470 uF/16v
D1,D2 .... 1N4001
S1 .... switch/saklar push on push off
Tr1 .... BC 160 atau BC 143
Trafo .... Primer : 220 volt / Skunder :4,5 volt 200 mA
L1,L2 .... lampu bohlam 2,5 volt (yang biasa digunakan untuk lampu senter)
Battery .... NiCd 2x1,25 volt 2-4 Ah

Semua komponen di atas bisa kita cari di toko elektronik yang mungkin tidak akan menghabiskan lebih dari Rp 50.000 ,-

Rangkaian unit penerangan otomatis ini sangat sederhana. Tegangan listrik dari jala-jala PLN diturunkan oleh Trafo Tr1 dan disearahkan dengan sistim setengah gelombang oleh dioda D1 dan kapasitor C1. Selanjutnya catu daya DC 6 Volt rata yang didapatkan digunakan untuk mengisi 2 Battery Ni-Cad melalui R1 dan D2 dengan arus kontinyu sekitar 100 mA (arus pengisian yang aman untuk sebuah battery Ni-Cad 2 Ah).

Panjaran terbalik antara pertemuan basis emitor Transistor T1 yang didapat dari tegangan jatuh pada D2 akan membuat Transistor T1 tidak bekerja sehingga lampu-lampu akan padam. Sa'at tegangan jala-jala PLN padam, basis Transistor T1 akan mendapat arus bias melalui R2, Transistor T1 akan bekerja dan lampu-lampu akan menyala.
Bila tegangan jala-jala PLN masuk, Transistor T1 akan kembali tidak bekerja, lampu-lampu akan padam dan Battery kembali diisi melalui R1 dan D2. So simple kan?

Kita bisa meletakkan unit emergency light ini pada tempat-tempat yang memerlukan penerangan secara otomatis di saat listrik tiba-tiba padam, misalnya ruang tamu, ruang makan, atau WC umum ha-ha-ha! Yah, pokoknya atur-atur aja deh sendiri....
Ok, job pertama kita ini silahkan mulai dicoba! Kalo ada kesulitan silahkan kontak 108, penerangan

More aboutcara membuat lampu emergancy (lampu darurat otomatis)

komponen IC-intregated circuit

Posted by ATMAJA'Z


IC atau Integrated Circuit adalah komponen aktif yang merupakan gabungan dari komponen2 aktif (transistor,FET atau MOSFET) dan komponen pasif seperti misalnya resistor,kapasitor,dioda dsb. yang terintegrasi menjadi satu. Jadi sebenarnya IC merupakan sebuah rangkaian elektronik yang dikecilkan. Dalam penggunaannya kita cukup menambahkan beberapa komponen luar saja agar bisa bekerja sebagai rangkaian elektronik lengkap.

Bahan pembuatan IC adalah semi konduktor. Dalam sebuah IC bisa terdapat ratusan dan bahkan ribuan komponen2 aktif dan pasif. Gimana ya cara ngebuatnya? Yang pasti sangat rumitlah dan perlu tekhnologi yang canggih. Dengan adanya IC, sebuah rangkaian elektronik bisa lebih kompak lagi.Apalagi yang versi SMD (Surface Mount Device), sebuah IC SMD bisa berukuran 3-5 kali lebih kecil. Makanya peralatan2 elektronik mutakhir memiliki dimensi yang sangat kecil dan kompak.

Jenis2 IC sangat banyak dan beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Misalnya saja IC analog,digital,penguat audio,penguat RF (Radio Frequency),IC regulator,CMOS,TTL dan masih banyak lagi yang lainnya. Semuanya memiliki kegunaan dan karakteristik sendiri2 yang bisa kita lihat di databook IC.

Sebuah perusahaan produsen IC mengeluarkan produk IC pasti disertai dengan databooknya juga. Disertai juga contoh aplikasinya dalam sebuah rangkaian elektronik, sehingga akan memudahkan para designer elektronika dalam merancang sebuah rangkaian elektronik. Pada databook IC bisa kita lihat rangkaian elektronik yang terintegrasi di dalamnya dan cara kerja IC tsb.

IC atau Integrated Circuit adalah komponen aktif yang merupakan gabungan dari komponen2 aktif (transistor,FET atau MOSFET) dan komponen pasif seperti misalnya resistor,kapasitor,dioda dsb. yang terintegrasi menjadi satu. Jadi sebenarnya IC merupakan sebuah rangkaian elektronik yang dikecilkan. Dalam penggunaannya kita cukup menambahkan beberapa komponen luar saja agar bisa bekerja sebagai rangkaian elektronik lengkap.

Bahan pembuatan IC adalah semi konduktor. Dalam sebuah IC bisa terdapat ratusan dan bahkan ribuan komponen2 aktif dan pasif. Gimana ya cara ngebuatnya? Yang pasti sangat rumitlah dan perlu tekhnologi yang canggih. Dengan adanya IC, sebuah rangkaian elektronik bisa lebih kompak lagi.Apalagi yang versi SMD (Surface Mount Device), sebuah IC SMD bisa berukuran 3-5 kali lebih kecil. Makanya peralatan2 elektronik mutakhir memiliki dimensi yang sangat kecil dan kompak.

Jenis2 IC sangat banyak dan beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Misalnya saja IC analog,digital,penguat audio,penguat RF (Radio Frequency),IC regulator,CMOS,TTL dan masih banyak lagi yang lainnya. Semuanya memiliki kegunaan dan karakteristik sendiri2 yang bisa kita lihat di databook IC.

Sebuah perusahaan produsen IC mengeluarkan produk IC pasti disertai dengan databooknya juga. Disertai juga contoh aplikasinya dalam sebuah rangkaian elektronik, sehingga akan memudahkan para designer elektronika dalam merancang sebuah rangkaian elektronik. Pada databook IC bisa kita lihat rangkaian elektronik yang terintegrasi di dalamnya dan cara kerja IC tsb.

Pemasangan IC pada rangkaian elektronik harus dilakukan dengan hati2 agar tidak merusakkan IC tsb. Beberapa IC malah ada yang sangat sensitif sekali yang dapat rusak hanya karena elektrostatis akibat sentuhan tangan seperti misalnya jenis IC CMOS. IC juga bisa rusak akibat panas yang berlebihan pada saat penyolderan. Agar lebih aman biasanya digunakan soket IC, kita pasang dan solder soketnya dulu lalu IC-nya tinggal kita tancapkan ke soket yang sudah tersolder tsb. Dan ingat juga pemasangan IC tidak boleh terbalik, harus 100% benar. Hal yang paling penting dalam elektronika adalah ketelitian, artinya kesalahannya haruslah 0% jika ingin berhasil membuat sebuah rangkaian elektronik, susah ya? Mungkin juga, tapi jika sudah terbiasa ya jadi terbiasa. Maksudnya? Ya gitu deh kira-kira, he-he-he!

Untuk IC-IC penguat yang bekerja mengeluarkan panas disipasi yang tinggi (misalnya IC power amplifier audio) harus ditambahkan pendingin heat zink untuk membuang panas agar tidak cepat rusak. Bisa juga ditambahkan kipas. Dengan demikian IC akan bekerja dengan aman,stabil dan tidak cepat rusak.

Perbaikan sebuah rangkaian elektronik yang menggunakan IC biasanya akan lebih mudah. Jika komponen di sekitarnya kondisinya bagus maka sudah pasti IC-nya yang rusak, kita tinggal cabut dan ganti dengan IC yang baru. Kerusakan IC kadang agak sulit kita amati, secara fisik bisa terlihat seperti terbakar akibat panas berlebih tapi tidak selalu demikian. Kadang2 kerusakkannya tidak terlihat secara fisik. Yang pasti jam terbang akan sangat berguna untuk menganalisanya karena IC tidak bisa ditest dengan menggunakan alat ukur semacam AVO meter secara langsung. Biasanya kita ukur tegangan pada kaki2 IC tsb. pada saat bekerja dalam rangkaian, jika tidak sesuai dengan yang semestinya maka bisa kita dipastikan kerusakannya.


Pemasangan IC pada rangkaian elektronik harus dilakukan dengan hati2 agar tidak merusakkan IC tsb. Beberapa IC malah ada yang sangat sensitif sekali yang dapat rusak hanya karena elektrostatis akibat sentuhan tangan seperti misalnya jenis IC CMOS. IC juga bisa rusak akibat panas yang berlebihan pada saat penyolderan. Agar lebih aman biasanya digunakan soket IC, kita pasang dan solder soketnya dulu lalu IC-nya tinggal kita tancapkan ke soket yang sudah tersolder tsb. Dan ingat juga pemasangan IC tidak boleh terbalik, harus 100% benar. Hal yang paling penting dalam elektronika adalah ketelitian, artinya kesalahannya haruslah 0% jika ingin berhasil membuat sebuah rangkaian elektronik, susah ya? Mungkin juga, tapi jika sudah terbiasa ya jadi terbiasa. Maksudnya? Ya gitu deh kira-kira, he-he-he!

Untuk IC-IC penguat yang bekerja mengeluarkan panas disipasi yang tinggi (misalnya IC power amplifier audio) harus ditambahkan pendingin heat zink untuk membuang panas agar tidak cepat rusak. Bisa juga ditambahkan kipas. Dengan demikian IC akan bekerja dengan aman,stabil dan tidak cepat rusak.

Perbaikan sebuah rangkaian elektronik yang menggunakan IC biasanya akan lebih mudah. Jika komponen di sekitarnya kondisinya bagus maka sudah pasti IC-nya yang rusak, kita tinggal cabut dan ganti dengan IC yang baru. Kerusakan IC kadang agak sulit kita amati, secara fisik bisa terlihat seperti terbakar akibat panas berlebih tapi tidak selalu demikian. Kadang2 kerusakkannya tidak terlihat secara fisik. Yang pasti jam terbang akan sangat berguna untuk menganalisanya karena IC tidak bisa ditest dengan menggunakan alat ukur semacam AVO meter secara langsung. Biasanya kita ukur tegangan pada kaki2 IC tsb. pada saat bekerja dalam rangkaian, jika tidak sesuai dengan yang semestinya maka bisa kita dipastikan kerusakannya.

More aboutkomponen IC-intregated circuit