Membuat Billing Hotspot Menggunakan Chillispot, Radius phpmyprepait

Posted by ATMAJA'Z

Membuat Billing Hotspot Menggunakan Chillispot, Radius phpmyprepaitPerpaduan Chillispot, Freeradius dan Mysql dapat menghasilkan aplikasi Hotspot lumayan handal. Chillispot sebagai Authentifikasi, Freeradius untuk account phpmyprepait sebagai billingnya dan Mysql untuk databasenya.

Sebagai uji coba saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat Wi-Fi Hotspot terserbut :

A. Yang dibutuhkan :

1. Hotspot Access Point device, dalam hal ini saya menggunakan Linksys Tipe 54 GL AP bisa di gunakan AP Tipe apa saja.
2. Sebuah komputer yang akan di jadikan sebagai radius server.
3. OS GNU/Linux, Saya menggunakan OpenSUSE (10.2), Ubuntu, Slackware (dijelaskan)
4. Mysql, untuk Authentic melalui database, untuk authentic nya bisa dengan beberapa cara seperti : unix user, smb user, file user
5. Apache dengan perl support, untuk membuat user authentic melalui web-based, serta utk membuat login authentic via web-based di cgi-bin/hotspotlogin.cgi
6. Chillispot, sistem kerja software ini adalah apabila user belum mendapatkan authentic dari server maka ia akan ter-redirect ke halaman login
7. Freeradius, ini berfungsi sebagai pemberi authentifikasi kepada user
8. PhpMyPrepaid, bila anda menggukan authentic melalui database Mysql, bisa juga sebagai pembuat user prepaid untuk billingnya
9. Rokok, bisa Djarum Super bisa juga Marlboro, Atau Fileter Sejenisnya.
10. Kopi, biar kuat begadang. atau susu putih ajah, gak usah pake gula, biar segerrrrrrr. menulis ini aja perlu Sopi Susu

B. Cara Install :
Untuk OS tergantung dari distro apa yang anda pakai, kali ini saya memakai distro keluaran dari SUSE (OpenSUSE 10.2-10.3). Saya hanya akan menjelaskan cara meng-install-nya dengan cara Distro OpenSUSE, Ubuntu Slackware dan untuk yang lain itu tergantung distro apa yang anda pilih dan nantinya di bagian konfigurasi akan di samakan untuk beberapa distro di atas.
Install mysql
Install Apache
Download chillispot; lalu install rpm -ivh chillispot-1.0.i386.rpm (Keluarga RPM) silahkan di sesuaikan sesuai keluarganya masing-masing (jika menggunakan Chilli di PC).
Install Freeradius
Setelah kita mengintsall Apache dan Mysql lalu kita dapat men-download phpmyprepait;
extract ke /srv/www/htdocs
Sambil menginstall semua jgn lupa ambil rokok dan di nyalakan.
Jangan lupa untuk menyeduh kopi atau susunya.

3. Configurasi :

1. Saya mengeset Wi-Fi Hostpot (Linksys WRT 54GL) sebagai Access Point. Kemudian Linksys tersebut di upgrede ke OpenWRT dan install Chillispot di dalam Linsys WRT 54GL tersebut. setelah selesai melakukan konfigurasi

# nvram set wan_device=eth0

Paket yang di perlukan dalam linksys yaitu :
ip_2.6.11-050330-1_mipsel.ipk
libpcap_0.9.4-1_mipsel.ipk
tcpdump_3.8.3-1_mipsel.ipk
kmod-sched_2.4.30-brcm-3_mipsel.ipk
tc_2.6.11-050330-1_mipsel.ipk
chillispot_1.0RC3-1_mipsel.ipk (diperlukan jika chilli diletakkan di Linksys)
kmod-tun_2.4.30-1.ipk

1. Berikut konfigurasi Linsys WRT 54GL
nvram set lan_proto=static
nvram set lan_ipaddr=192.168.10.254
nvram set lan_netmask=255.255.255.0

- seting wan/internet
nvram set wan_proto=static nvram set wan_ipaddr=XX.XX.XX.XX (berikan ip local)
nvram set wan_netmask=255.255.255.0
nvram set wan_gateway=XX.XX.XX.XX
nvram set wan_dns=”diisi” Biarkan terpasang.
nvram set wan_hostname= (pengguna)

- Seting AP
nvram set wl0_mode=ap
nvram set wl0_ssid=disesuikan
nvram set wl0_auth_mode=open
nvram set wl0_wep=disabled
nvram set wl0_channel=(pilih channel yang cocok)
nvram commit

2. Setelah melukuan flashing dan Install OS nya seperti kebutuhan diatas dan di sesuaikan, pertama kita harus mematikan service dhcpd yang ada di server kita, biarkan chillispot yang menangani dhcp.

3. # pico /etc/chilli.conf isi dari chilli saya (konfigurasi ini bisa di gunakan di Linksys 54GL atau di Komputer PC
##############################################################################
#
# Sample ChilliSpot configuration file @ Fadly Kasim
#
##############################################################################
net 192.168.154.0/24
dynip 192.168.154.0/24
statip 192.168.154.0/24
domain (domain isp anda)
dns1 202.X.X.X (DNS Anda)
dns2 202.X.X.X (DNS Anda)
#Radius parameters
radiusauthport 1812
radiusacctport 1813
radiuslisten 127.0.0.1
radiusserver1 127.0.0.1
radiusserver2 127.0.0.1
radiussecret testing123
#dhcpmac 00:00:5E:00:02:00
dhcpif eth0
uamserver https://192.168.154.1/cgi-bin/hotspotlogin.cgi
###########################################
#Untuk meng allow domain yang bisa di akses
uamallowed www.google.com
##########################################
uamsecret theuamsecret
uamlisten 192.168.154.1
uamallowed 192.168.154.1
uamport 3990
#======Selesai=============#

4. Konfigurasikanlah chilli.conf sesuai kebutuhan anda, disini ada beberapa point penting dalam konfigurasinya, yaitu:

radiussecret, ini dibutuhkan untuk komunikasi antara radius server dan chillispot

uamserver, dimana file hotspotlogin.cgi di simpan. Biasanya di letakkan di /var/www/cgi-bin

dhcpif, di sesuikan ethx yang nantinya di gunakan untuk client

Untuk itu bisa melakukakan copy file hotspotlogin.cgi dari /usr/share/doc/chillispot-1.0/hotspotlogin.cgi ke /var/www/cgi-bin, jadi nanti utk URL redirect nya akan menjadi https://192.168.0.254/cgi-bin/hotspotlogin.cgi (lihat uamserver), ingat harus dalam secure line ssl.

5. konfigurasi radius :

Setelah install Freeradius lalu masuk ke direktori radius dimana konfigurasinya berada, bila anda menggunakan OpenSuse dan memakai RPM dalam menginstallnya maka anda masuk ke direktori /etc/raddb/ dan apabila anda menginstall dengan cara meng-compile sendiri secara default direktori nya ada di /usr/local/etc/raddb/ atau terserah dimana –prefix=PREFIX anda diletakan.

# pico client.conf isinya seperti ini :
client 192.168.0.254 {
secret = //ini untuk membuat komunikasi dalam chillispot dan radius (seperti pada point C.3.d)
shortname = localhost
radius = other
}

# pico sql.conf, ini diedit karena kita akan menggunakan mysql sebagai database user authentic, ada beberapa point penting yaitu :
driver = “rlm_sql_mysql” // Modul yang digunakan untuk koneksi ke mysql server
driver/lib yang digunakan apabila kita menggunakan Mysql, ada beberapa tipe driver disini yaitu : rlm_sql_mysql, rlm_sql_postgresql,rlm_sql_iodbc, rlm_sql_oracle, rlm_sql_unixodbc, rlm_sql_freetds
server = “localhost” //server mysql berada.
login = “root” //login access ke mysql dan memiliki GRANT ke database
radius password = “blablabla” //password dari database-user yang memiliki GRANT ke database radius
radius_db = “radius”//database-name dimana user radius berada
#pico radius.conf lalu tambahkan perintah dibawah ini, sesudah baris sqlcounter monthlycounter { sampai tanda } dan ditambah sesudah tanda } isinya :
$INCLUDE ${confdir}/sql.conf
sqlcounter noresetcounter {counter-name = Max-All-Session-Time check-name = Max-All-Sessionsqlmod-inst = sql key = User-Name reset = never query = “SELECT SUM(AcctSessionTime) FROM radacct WHERE UserName=’%{%k}’” }
untuk authorize ganti dengan :
authorize {
preprocess
chap
mschap
suffix
eap
sql
noresetcounter
}
dan untuk Authentication ganti dengan:
authenticate {
Auth-Type PAP{
pap
}
Auth-Type CHAP {
chap
}
Auth-Type MS-CHAP {
mschap
}
unix
eap
}
6. Sekarang kita akan mencoba men-setting konfigurasi di PhpMyPrepaid sebagai user administrator sekaligus bisa sebagai pembuat prepaid card login serta billing nya.
Extract ke folder apache berada, default ada di /var/www/
Masuk ke folder phpmyprepaid
# pico config.inc.php disini ada beberapa point penting:
$dbName=”radius”; //database yang di pakai
$fpdfdir=”/var/www/phpmyprepaid/fpdf”; //lokasi dari direktori fpdf berada, tanpa “/” (slash)
$radius_server=”192.168.0.254″; //server radius berada
$radius_server_port=”1812″; //port yang dipakai oleh radius server
$radiussecret=””; //huruf rahasia yang dipakai oleh radius server untuk dapat berkomunikasi,
#pico dbconnect.php // edit seperti yang di edit di radius server
$my_host = “localhost”;
$my_user = “root”;
$my_pass = “PASS-MYSQL-ANDA”;
$my_dbase = “radius”;
7. Jalankan http://192.168.0.254/phpmyprepaid/index.php maka akan muncul tampilan instalasi phpmyprepaid, isi kolom databases dan di sesuikan dengan databases pada radius dbconnect.php secara otomatis menginstall dengan sendiri
8. Masukan username admin dan password admin, setelah semua database terinstall Maka dengan berakhir nya point terakhir maka selesai jugalah pekerjaan kita

di edit ulang tgl 13-05-2008

Komputer P 4

Instalasi OS Linux OpenSUSE 10.2
More aboutMembuat Billing Hotspot Menggunakan Chillispot, Radius phpmyprepait

membangun jaringan computer menggunakan diskless system berbasis linux fedora core 5.

Posted by ATMAJA'Z

Pemanfaatan Jaringan Komputer Tanpa Hard Disk dengan Menggunakan Sistem Operasi Linux Fedora Core 4
Abstract

Linux Operating System has been expanded and applied in society in providing many alternative solutions that creats eficiency, cost reduction, and work support. Linux is free and open source which can be used. Using Linux, it is possible to have maximal capability of computer with minimum configuration for clients, for example a computer network with no harddisk. In this network, one computer is equiped with server, while other computer as clients are not equiped with hardisk as a storage medium. Using a computer network, one can print report at a printer attached at other computer, or provide news to another computer located at other location. Computer network that is very common is Local Area Network (LAN). A Computer network without Hard Disk is a network where one computer acts as a server equipped storage media, while clients are not equipped by storage media, but it is able to re-boot and activated operating system together appplications so that it can be used for daily work. Open source is able to lead users becoming creative, inovative, and competitive in doing experiments on source codes. The use of network without Hard Disk can minimize computer procurement on clients, minimize operating system installation at clients, and be one of technology utilizations to increase computer performance.


Key Word : Diskless, Fedora,Open Source, Booting, Source Code

Pendahuluan

Sistem Operasi Linux yang kian berkembang dan memasyarakat telah terbukti memberikan banyak solusi alternatif yang mendorong efisiensi, penghematan biaya dan kemudahan kerja. Linux yang bersifat open source dan free dapat digunakan oleh siapa saja yang mau menggunakannya untuk berbagai keperluan. Linux memungkinkan untuk mendapatkan kemampuan yang maksimal dari perangkat komputer dengan minimalisasi perangkat untuk client. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan komputer tanpa Hard Disk (diskless). Pada jaringan komputer tanpa harddisk, satu komputer yang dilengkapi dengan komponen yang lengkap bertindak sebagai server, sedangkan komputer yang lain yang bertindak sebagai client tidak dilengkapi dengan media penyimpan. Selanjutnya komputer client tersebut dapat menjalankan sistem seperti komputer yang mempunyai Hard Disk dan sudah ada sistem operasi maupun paket aplikasi didalamnya.

Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta mulai 29 Juli 2003, maka setiap pemakaian software bajakan akan dikenai sanksi. Agar terhindar dari sanksi tersebut, maka pengguna dapat menggunakan Linux sebagai software alternatif. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah Mengeksplorasi Sistem Operasi Linux dengan menggunakan paket-paket LTSP pada jaringan komputer tanpa Hard Disk (diskless) serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kompetensi serta kreativitas, sehingga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan pada saat kembali ke masyarakat kelak.


Tinjauan Pustaka

1. Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah kumpulan dari beberapa komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat komunikasi membentuk suatu sistem. Dengan jaringan komputer, komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer yang lain, dapat mencetak laporan di printer komputer yang lain, dapat memberi berita ke komputer yang lain walaupun berlainan area. Jaringan komputer yang banyak dipergunakan adalah Local Area Network (LAN).

Untuk dapat saling berhubungan antar komputer harus ada peralatan untuk sistem jaringan Kartu antarmuka jaringan (Network Interface Card) yang disingkat NIC merupakan peralatan utama dari jaringan yang harus ada pada setiap komputer untuk dapat berkomunikasi. Ada beberapa macam NIC yang bisa digunakan, diantaranya yang sering digunakan adalah Ethernet, Arcnet dan Token Ring. Yang paling banyak digunakan di antara ketiga macam NIC tersebut adalah Ethernet. Media antarmuka jaringan secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian Menggunakan media kabel, kabel merupakan media antarmuka yang paling banyak digunakan, ada beberapa macam kabel yang digunakan diantaranya kabel Twisted Pair (ada dua jenis kabel Twisted Pair yaitu kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) dan kabel Shielded Twisted Pair (STP)), kabel Koaksial dan kabel Serat Optik (Fiber Optic). Menggunakan media tanpa kabel, antarmuka media jaringan ini dapat menggunakan transmisi gelombang radio, microwave atau infrared.


2. Jaringan Komputer Tanpa Hard Disk

Jaringan komputer tanpa Hard Disk adalah jaringan komputer dimana satu komputer bertindak sebagai server yang dilengkapi dengan media penyimpan, sedangkan komputer yang lain (client) tidak dilengkapi dengan media penyimpan, yang dalam hal ini adalah harddisk, CD-ROM, atau lainnya, tetapi mampu untuk booting dan mengaktifkan sistem operasi lengkap dengan aplikasi sehingga dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari seperti layaknya komputer dengan media penyimpan.

Dalam prakteknya membutuhkan floppy drive untuk mengaktifkan LTSP (Linux Terminal Server Project) di client sehingga kinerja server tidak begitu terganggu atau dengan kata lain resource yang ada pada server tidak begitu banyak termakan oleh client. Apa lagi jika diimbangi dengan semakin baik komputer yang ada pada client, akan semakin baik pula kinerja client tersebut.


3. Cara kerja jaringan komputer tanpa hard disk

Sebuah client yang disambungkan ke server tanpa menggunakan sistem operasi yang tersimpan di harddisk. Sebagai gantinya, bisa menggunakan bootrom yang terpasang di kartu jaringan atau jika tidak mempunyai bootrom, bisa menggunakan floppy drive untuk menghubungkan client yang bersangkutan ke server.

Penggunaan metode jaringan komputer tanpa Hard Disk ini berbeda dengan penggunaan dump terminal. Karena di sini, meskipun client menggunakan resource yang ada pada server namun tidak semuanya, karena tetap dibantu oleh processor dan kesediaan memori yang ada pada client. Semakin baik spesifikasi pada komputer client maka akan membantu kinerja server, demikian pula sebaliknya.


4. Keuntungan penggunaan jaringan komputer tanpa hard disk

Biaya total yang dikeluarkan sangat rendah dibandingkan menggunakan jaringan biasa, apa lagi jika dikaitkan dengan anggaran untuk memperbaharui komputer yang ada. Backup data terpusat di server, jadi sangat mempermudah dan mempermurah pekerjaan sysadmin. Keamanan data terpusat di server. Jika client terkena gangguan arus listrik, seperti mati lampu dan kepanasan, tidak akan mengganggu kinerja server yang bersangkutan. Terlindung dari serangan virus pada client, karena semua data terpusat di server, hanya server yang perlu perlindungan yang handal. Server bisa dicabang sampai dengan 64 diskless client, bergantung pada spesifikasi yang digunakan.

Alokasi program dan data yang diakses oleh diskless client bisa dibagi, bergantung pada processor dan jumlah memori yang tersedia pada client. Minimalisasi instalasi atau upgrade hardware pada sisi diskless client. Penghematan di sisi hardware untuk komponen, seperti CD-ROM, tape drive, modem, UPS, floppy (jika menggunakan bootrom) dan terutama untuk paralel dan serial port yang digunakan oleh printer, modem dan lain-lain. Bisa digunakan pada tempat-tempat yang beresiko tinggi, seperti pabrik yang membuat Hard Disk menjadi rentan.


5. Kerugian penggunaan jaringan komputer tanpa hard disk

Bila terjadi serangan dikarenakan oleh virus maupun cracker, seluruh data akan terancam kehancuran. Kecepatan akan menurun seiring dengan pertambahan jumlah diskless client yang terkoneksi secara bersamaan. Pada sisi server sangat membutuhkan tempat penyimpanan data dan program serta sistem operasi yang benar-benar handal. Jika tidak, seluruh data dan program yang ada akan hancur, karena perputaran Hard Disk secara intensif tanpa jeda. Bagaimanapun juga, penggunaan jaringan komputer tanpa Hard Disk ini memakan resource yang ada pada server, apa lagi jika di sisi client menggunakan komputer lama yang lambat kinerjanya akan memakan lebih banyak lagi resource pada server, sehingga akan menghambat kinerja jaringan. Dan terakhir, yang paling fatal adalah client tidak bisa digunakan jika server belum dihidupkan terlebih dahulu.


Sejarah Linux

Linux adalah nama sebuah sistem operasi untuk PC (Personal Computer) yang bekerja secara multitaksing dan multiuser. Linux bekerja secara multitasking artinya dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, misalnya user dapat bermain game sambil melakukan download dari internet. Linux bekerja secara multiuser artinya Linux mendukung penggunaan aplikasi atau komputer untuk melayani beberapa user sekaligus, misalnya sebuah program dapat digunakan bersama-sama pada jaringan (network).

Linux sebenarnya adalah tiruan (clone) dari UNIX yang dirancang untuk dijalankan pada PC. UNIX merupakan sistem operasi yang bersifat portabel (tidak bergantung pada perangkat keras tertentu) sehingga dapat digunakan mulai dari platform notebook hingga super computer. Demikian pula halnya dengan Linux, sistem operasi ini sudah sangat populer dan banyak dinikmati para profesional.

Linux awalnya merupakan proyek hobi yang dibuat oleh Linus Benedict Trovalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia. Linus Benedict Trovalds terinspirasi oleh diciptakannya Minix - sistem tiruan UNIX sederhana yang dibuat oleh Andy Tanembaum. Oleh karena itu ia pun termotivasi untuk membuat sistem operasi tiruan UNIX yang lebih sempurna, yang kemudian dinamakannya Linux.

Perkembangan versi Linux awalnya dari versi 0.10 pertama kali dipublikasikan pada November 1991, yang dapat menjalankan GNU Bourne Again Shell (bash) dan juga GNU C Compiler (GCC), kemudian versi 0.11 pada Desember 1991. pada versi 0.13 Linux sudah lebih stabil dan Linus memutuskan mengubah versinya menjadi versi 0.95. Ini mengindikasikan bahwa peluncuran Linux versi 1.0 sudah dekat. Kemudian pada bulan Maret 1992, resmi diluncurkan Linux versi 1.0. Sampai saat ini kernel Linux stabil yang digunakan adalah Linux kernel versi 2.4. pada Linux Mandrake versi 9.0. Kini Linux terus berkembang secara cepat karena source code sistem operasi ini disebarluaskan dan boleh dimodifikasi serta dikembangkan oleh siapa saja.

Hampir semua software gratis (free software) yang diorganisasikan GNU dapat dijalankan di Linux. Bahkan Linux memiliki kinerja (performance) yang lebih baik dibandingkan dengan sistem operasi komersial lainnya. Meskipun processor Intel x86 adalah target utama Linux, tetapi saat ini Linux telah dapat dijalankan pada platform processor lainnya seperti Sparc, Alpha, Macintosh dan sebaginya.

Saat ini, banyak perusahaan maupun perorangan yang mengambil kernel Linux lalu membundelnya dengan software gratis maupun software komersial lainnya membentuk distribusi Linux. Beberapa distribusi Linux yang terkenal antara lain Redhat Linux, Caldera OpenLinux, Slackware Linux, Debian Linux, SUSE, Trinux, dan lain-lain.


Keunggulan Linux

Sebenarnya banyak sekali keunggulan Linux. Baik yang berasal dari UNIX maupun keunggulannya sendiri. Beberapa keunggulan tersebut antara lain Full multitasking sehingga user dapat menjalankan banyak aplikasi pada saat bersamaan. Full multiuser sehingga memungkinkan banyak user dapat melakukan login pada sebuah komputer bersama-sama. Mendukung implementasi lengkap TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol inilah yang digunakan untuk menghubungkan berbagai komputer dan jaringan menjadi satu kesatuan, misalnya Internet. Mendukung bermacam-macam file sistem untuk menyimpan data. Berbagai file sistem seperti FAT16 (MS-DOS file system), Mini-1, FAT32, ISO9660 CD-ROM dan lain-lain dapat diakses dari Linux. Mendukung virtual memory. Dengan fasilitas ini memungkinkan penggunaan ruang pada Hard Disk sebagai memori, sehingga dapat mengatasi kekurangan RAM (Random Access Memory) untuk menjalankan suatu proses. Mendukung shared library. Dengan ini memungkinkan program untuk menggunakan library bersama-sama sehingga file executable dapat lebih sedikit menggunakan ruang pada disk.

Mendukung demand-paged loaded executable sehingga segmen dari program yang benar-benar digunakanlah yang dibaca dari disk ke memori. Mengimplementasikan unifed memory pool untuk program dan disk system. Dengan cara ini semua free memory akan digunakan sebagai system untuk mempercepat proses. Mendukung hampir semua fasilitas pada UNIX. Sehingga mempelajari Linux berarti dapat dikatakan belajar juga mengenai sistem operasi UNIX. Dukungan GNU software. Linux memiliki banyak aplikasi pendukung yang powerfull dimana aplikasi ini di bawah lisensi GNU. Perkembangan cepat dan berkesinambungan. Linux terus dikembangkan oleh berbagai pihak di dunia karena source code-nya dapat diperoleh dengan mudah. Memiliki fasilitas GUI (Graphical User Interface) yang dikenal dengan XFree86. Fasilitas ini fungsi layaknya Windows 3.1 pada DOS sehingga Linux juga memiliki tampilan yang menarik dan mudah digunakan. Sebenarnya Linux merupakan sistem operasi yang dapat diperoleh secara bebas dan gratis. Biaya yang dikeluarkan mungkin hanya untuk pengganti CD atau pulsa telpon jika diperoleh dari Internet.


Kekurangan Linux

Sistem operasi yang digunakan sama sekali berbeda dengan Windows sehingga perlu waktu pelatihan untuk belajar menggunakan dan perlunya pemahaman lebih mengenai hardware yang digunakan dan sistem kerjanya.


Distribusi Linux

Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar Linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. RedHat, distribusi yang paling populer, RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah. Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya. Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia. Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer yang dipakai adalah tipe pentium ke atas, umumnya Linux yang digunakan lebih cepat dengan Mandrake. WinLinux, distribusi yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (Windows). Jadi untuk menjalankannya dapat di klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program under Windows.

Dan masih banyak distro-distro lainnya yang telah tersedia maupun yang akan muncul, dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Linux semakin mudah untuk digunakan dengan tampilan yang semakin hari semakin baik


LTSP (Linux Terminal Server Project)

LTSP (http://www.ltsp.org) adalah suatu project yang mengeksplorasi kemampuan Linux untuk aplikasi diskless Xterminal yang dikembangkan oleh Jim McQuilan. Xterminal merupakan kemampuan Linux di sisi client untuk menjalankan GUI (Graphical User Interface) seperti layaknya komputer yang menggunakan harddisk.


Paket-paket LTSP

Paket-paket LTSP ( Linux Terminar Server Project ) yang dibutuhkan adalah Ltsp_core-3.0.4-0.i386.rpm, Ltsp_kernel-3.0.3-0.i386.rpm, Ltsp_x_core-3.0.1-1.i386.rpm, Ltsp_x_fonts-3.0.0-0.i386.rpm. Paket-paket ini dapat di download di http://www.ltsp.org.


Metode Penelitian

Beberapa metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian yaitu mengadakan diskusi dan wawancara langsung kepada beberapa orang yang memang ahli dibidang hardware khususnya jaringan komputer serta yang ahli dibidang sistem operasi linux, mempelajari data referensi dan hasil diskusi mengenai jaringan komputer tanpa Hard Disk dan sistem operasi Linux, melakukan analisa dari hasil pengumpulan data yang telah dipelajari mengenai jaringan komputer tanpa Hard Disk dan sistem operasi Linux, melakukan percobaan untuk membangun sebuah jaringan komputer tanpa Hard Disk berbasis Linux, agar dapat diketahui sejauh mana kegagalan dan keberhasilan pada saat praktek uji coba.


Hasil dan Pembahasan

Jaringan Komputer Tanpa Hard Disk Menggunakan Sistem Operasi Linux

Jaringan komputer tanpa Hard Disk (diskless) merupakan salah satu perkembangan teknologi jaringan komputer, dimana client tidak dilengkapi dengan harddisk, tetapi bisa menjalankan sistem operasi beserta program aplikasi seperti layaknya komputer yang dilengkapi harddisk. Untuk booting pada client dapat menggunakan disket atau bootrom. Dengan jaringan komputer tanpa Hard Disk maka dapat mendayagunakan komputer jenis lama.

Penggunaan jaringan komputer tanpa Hard Disk (diskless) selain menggunakan Linux sebagai sistem operasinya maka dapat pula menggunakan sistem operasi Windows yang biasa disebut dengan PC Clonning. Pembahasan tentang PC Clonning telah dibahas oleh saudara Eko Warno pada skripsinya yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Kinerja Komputer 80486 Dan Kaitannya Dengan Agama Islam”. Bila dipelajari maka terdapat beberapa perbandingan, baik dari perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan, maupun dari spesifikasi server dan client.

Dari sisi server ada beberapa hal yang dapat dibandingkan dari segi perangkat lunak yang digunakan. Dari sisi sistem operasi yang digunakan. Pada jaringan komputer tanpa Hard Disk (diskless) menggunakan sistem operasi Linux Fedora Core 2, sedangkan pada PC Clonning menggunakan sistem operasi Windows 2000 Server. Perbedaan mendasar yang terlihat adalah Linux bersifat open source dan free, sedangkan Windows bersifat propreatary dan harus membayar lisensi. Dari sisi paket yang digunakan, pada jaringan komputer tanpa Hard Disk yang digunakan adalah paket-paket LTSP, sedangkan PC Clonning menggunakan Citrix MetaFrame. Sama halnya dengan sistem operasi, paket-paket LTSP dapat di download secara bebas, sedangkan Citrix MetaFrame harus membayar lisensi.

Dari sisi client dapat dibandingkan baik dari perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan. Dari segi perangkat keras yang digunakan, pada jaringan komputer tanpa Hard Disk (diskless) tidak dilengkapi dengan Hard Disk dan CD-ROM, sedangkan pada PC Clonning dilengkapi dengan Hard Disk dan atau CD-ROM. Dari segi perangkat lunak yang digunakan, pada jaringan komputer tanpa Hard Disk tidak menggunakan sistem operasi apapun karena tidak dilengkapi harddisk, sedangkan PC Clonning menggunakan sistem operasi Windows 95.


Topologi jaringan yang dipakai

Topologi jaringan yang dipakai adalah Topologi Star, yaitu hubungan antar komputer dengan kabel yang melalui suatu alat yang disebut hub atau switch atau concentrator. Hub atau switch atau concentrator akan mengatur dan mengontrol keseluruhan fungsi jaringan, juga bertindak sebagai repeater (penguat aliran data). Sedangkan kabel yang digunakan adalah kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dan konektor yang digunakan adalah konektor RJ45 (RJ berasal dari kata ‘Register Jack’).



Fungsi Protokol Sistem Yang Terkait

Pada perancangan jaringan komputer tanpa Hard Disk diperlukan beberapa protokol-protokol yang masing-masing berfungsi untuk memberikan pengalamatan komputer yang dilaksanakan oleh TCP/IP, alokasi alamat dan parameter yang dilayani oleh DHCP, serta pemberian image kernel dari server ke client yang dilaksanakan dengan menggunakan TFTP.


TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP bertanggung jawab terhadap pemeriksaan pengiriman data yang benar dari client ke server. Data dapat hilang atau rusak di tengah-tengah jaringan pada saat proses pengiriman berlangsung. TCP mempunyai fasilitas untuk mendeteksi error atau kehilangan data dan memicu pengiriman data kembali sampai data tersebut benar-benar diterima oleh server.

IP bertanggung jawab terhadap pergerakan paket data dari titik ke titik. IP meneruskan setiap paket data dalam bentuk 4 byte alamat tujuan, yang sering disebut nomor IP. Dalam hal ini protokol TCP/IP digunakan sebagai alamat komputer atau sebagai “nama” dari client yang nantinya akan terhubung ke server.


UDP (User Datagram Protocol)

UDP adalah protocol yang berfungsi untuk pengiriman paket melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. Sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak reliabel, tetapi dengan UDP pengiriman paket lebih cepat dari pada TCP karena tidak membutuhkan koneksi langsung.


DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Mengalokasikan alamat IP untuk client. Alamat ini mungkin alamat sementara yang diambil dari alamat yang disediakan oleh server, atau alamat permanen yang disediakan Administrator sistem lokal dan hanya diingat oleh server. DHCP memungkinkan penyimpanan parameter untuk client pada jaringan. Administrator dapat memberikan parameter pada client perorangan atau kelompok, dan server DHCP akan menyimpannya dan memberikannya pada client yang perlu mengetahui, misalnya alamat IP dari router default-nya, dan apa yang diperlukan untuk mendapatkan font-font Xwindows System.

Secara singkat DHCP bertugas mendistribusikan dan mengalokasikan alamat IP pada client. Pemberian alamat IP pada client berdasarkan nomor hardware LAN Card (MAC). Di bawah ini merupakan gambaran dari DHCP.



TFTP (Trivial File Transfer Protocol)

TFTP merupakan sebuah protokol sederhana yang berfungsi untuk transfer file antar komputer yang sama maupun berbeda jaringan. TFTP dirancang khusus dengan ukuran kecil dan diimplementasikan. Oleh sebab itu TFTP mempunyai lebih banyak kekurangan dibandingkan dengan protokol FTP biasa. Perbedaan antara kedua protokol tersebut adalah TFTP menggunakan UDP (User Datagram Protocol) yang bekerja blok per blok tanpa autentikasi, sedangkan FTP menggunakan TCP (Transmission Control Protocol) yang bekerja secara stream.

Yang dikerjakan TFTP adalah membaca dan menulis file atau mail dari atau ke server. TFTP tidak dapat me-list direktori dan tidak mempunyai kelengkapan untuk keamanan user. Pada konsep LTSP dibutuhkan TFTP karena protokol ini digunakan untuk mengambil image kernel dari server ke client. Berikut ini gambaran tentang koneksitas client-server protokol TFTP.

TFTP User Interface (tftp)

TFTP PROTOCOL INTERFRETER

TFTP PROTOCOL INTERFRETER

File System

UDP Client Port x

UDP Server Port 69

UDP Client Port x

UDP Server Port 69

Server

Client




Fungsi Mekanisme Sistem Yang Terkait

NFS digunakan untuk mengarahkan root device supaya tidak menuju ke Hard Disk server sehingga dapat dilakukan booting dari client dan mounting file-file atau direktori-direktori server dari client dalam satu jaringan yang sama. Tanpa NFS, client tidak akan dapat bekerja. Xwindow berfungsi untuk mengatur operasi-operasi display (tampilan) dalam model client-server, dimana client mengajukan permintaan display kepada server. Client dikenal sebagai X client, dan server-nya dikenal sebagai X server.

Di sini client merupakan sebuah aplikasi dan server adalah sebuah display. Aplikasi akan beraksi seperti client mengajukan permintaan display kepada server. Hal ini menyebabkan server berinteraksi dengan sistem operasi beserta device-device-nya, dimana client tidak perlu mengetahui secara detail. Jika sebuah aplikasi sedang berjalan sebagai X client, maka aplikasi tersebut dapat ditampilkan di sembarang client yang menggunakan X server.

Penggunaan X server dan X client didalam satu komputer, maka yang terjadi sama seperti diatas, tetapi user melihatnya seperti bukan model client-server. Dengan kata lain user menghadapi satu jenis X yang terintegrasi.


Hasil dan Pembahasan

Proses yang dilakukan oleh client saat melakukan booting yaitu saat dinyalakan komputer mencari kernel pada disket boot atau di eprom pada LAN Card kemudian melakukan proses booting. Kode booting segera mencari dhcp ke jaringan lokal. Proses inetd pada server akan menjalankan dhcp daemon untuk menanggapi permintaan client. DHCP akan membaca proses dari konfigurasi file /etc/dhcpd.conf dan mencocokan alamat dari LAN Card yang telah melakukan proses. Jika alamat tersebut telah cocok maka dhcp akan mengirimkan kembali informasi tersebut. Bagian informasi yang akan diberikan oleh dhcp adalah memberikan alamat IP dari client tersebut (’ip=’), Netmask setting dari jaringan lokal (‘sm=’), direktori dari file booting (‘hd=’), nama dari kernel yang dikirim (‘bf=’)

Kode booting client akan menerima informasi dari dhcp dan akan mengkonfigurasi TCP/IP interface dari LAN Card dengan parameter yang telah diberikan. Kode booting akan mengirimkan permintaan tftp ke server untuk memulai mengambil kernel dari server. Setelah kernel diambil oleh client, kode booting akan mulai menjalankan kode kernel. Kernel akan segera dijalankan untuk melakukan inisialisasi sistem dan semua perangkat keras yang terpasang pada client. Kernel akan memberikan semua permintaan pengiriman dhcp pada jaringan. Kode booting tidak memberikan informasi pada kernel, tetapi kernel meminta informasi pada dirinya sendiri. Server akan memberikan tanggapan dengan mengirimkan paket informasi lainnya, informasi yang dibutuhkan kernel untuk dapat melanjutkan proses. Bagian dari informasi yang diberikan adalah Alamat ip dikirimkan pada client (‘ip=’), Netmask setting untuk jaringan lokal (‘sm=’), mengkaitkan direktori root melalui NFS (‘rp=’), Gateway (‘gw=’), DNS server (‘ds=’). Hostname client (nama hostname dimasukkan pada bagian pertama dalam bootptab). Sistem file dari root akan dikaitkan melalui nfs. Sistem file akan dikaitkan secara read only (hanya dapat dibaca), karena banyaknya client yang terhubung dan menjalankan sistem file yang sama dan dengan sistem file read only dapat dihindari modifikasi sistem file root oleh client.

Kontrol hanya dapat dijalankan dari kernel ke ‘init‘ proses. Init akan membaca file /etc/inittab dan memulai setting up environment. Salah satu bagian pertama dalam file inittab adalah perintah rc.local yang akan menjalankan client dalam bagian ‘sysinit‘. Script rc.local akan menulis sebesar 4 MB ramdisk untuk semua kebutuhan menulis dan memodifikasi setiap saat. Ramdisk ini akan dikaitkan dalam direktori /tmp. Beberapa file membutuhkan untuk menulis beberapa file sementara ke dalam direktori /tmp dan beberapa symbolic links dalam file. Sebagai contoh, jika client berjalan, client akan mencoba untuk memodifikasi permissions dalam /dev/tty0 dari bagian device. Jika bagian device ada dalam direktori /dev, permissions tidak bisa memodifikasi karena sistem file root adalah hanya bisa dibaca (read only). Jadi, dibutuhkan symbolic links untuk semua file dan membuat actual files/nodes dalam direktori /tmp (berisi file sementara dan dapat ditulisi/edit). Mengkaitkan sistem file /proc (sistem file semu) yang dapat ditulis diatas memori. Digunakan untuk menginformasikan sistem (biasanya tentang proses yang sedang berjalan). Konfigurasi loopback network interface. Beberapa direktori akan terbentuk dalam bagian sistem file /tmp yang akan digunakan oleh beberapa file pada saat sistem berjalan. Direktori-direktori tersebut antara lain adalah /tmp/compiled, /tmp/var, /tmp/var/run, /tmp/var/log, /tmp/var/lock dan /tmp/var/lock/subsys.

File /etc/Xf86config akan menghasilkan file konfigurasi dasar dalam /tftpboot/lts/ltsroot/etc/lts.conf. Di dalam file konfigurasi tersebut dimana informasi tentang tipe mouse, dan X parameter kombinasi lain yang tercipta file config untuk X. Script /tmp/start_ws akan terbentuk. Script ini akan menentukan bila X server akan berjalan, dan alamat ip dari server berjalan pada xdm. Ini merupakan informasi dasar yang ada dalam file /tftpboot/lts/ltsroot/etc/lts.conf. File /tmp/syslog.conf akan terbentuk. File ini akan memberikan informasi syslogd daemon, dimana host dari network akan dikirim beserta informasi login. Syslog host adalah spesifikasi dalam file lts.conf. Syslog merupakan symbolick link /etc/syslog.conf dimana intinya berada pada file /tmp/syslog.conf. Pada saat syslogd daemon berjalan/start, daemon tersebut digunakan hanya untuk membuat file config. Kontrol dijalankan kembali pada init. Init akan melihat initdefault yang dimasukkan untuk menentukan level berjalan pada runlevel mana. Jika level berjalan pada runlevel 3, maka shell akan berjalan pada console. Ini bagus untuk digunakan hal-hal mengenai trouble shooting. Jika level berjalan pada runlevel 5, maka /tmp/start_ws script akan diambil dari jaringan, dimana akan menghasilkan x-windows, atau memulai menjalankan bagian telnet dari server, berjalan pada konfigurasi semula yaitu ‘UI_MODE’. Jika mode GUI sebagai pilihan, maka X akan start, akan mulai mengirim dan XDMCP antrian pada server, maka akan muncul kotak dialog yang digunakan untuk login ke server. Pada saat user login, sebenarnya dia menjalankan proses pada server. Jadi bila muncul Xterm pada client maka sebenarnya sedang berjalan pada server, dan tampilan gambar keluar pada client. Sampai disini jaringan komputer tanpa Hard Disk sudah berjalan.

Reference

Aji, Kresno, dkk. 2001. Optimasi PC Tua Menggunakan Linux Diskless System. Elekmedia Komputindo. Jakarta

Binanto, Iwan. 2003. Diskless Workstation/Client Berbasis Linux Mandrake 8.2. Andi Offset. Yogyakarta.

B. Mulyana, Y. 2002. Linux Semudah Windows. Elekmedia Komputindo. Jakarta.Eko Indrajit, Richardus, dkk. 2002. Membangun Jaringan Diskless Berbasis Linux. Elekmedia Komputindo. Jakarta.

GNU. GNU Operating System. Welcome to the GNU Operating System — GNU is free software. http://www.gnu.org. .

K12 Linux, LTSP for Fedora. https://fedorahosted.org/k12linux/wiki/InstallGuide.

HM, Jogiyanto. 1992. Pengenalan Komputer. Andi Offset. Yogyakarta.

H. Sembiring, Jhony. 2001. Jaringan Komputer Berbasis Linux. Elekmedia Komputindo. Jakarta.

McQuillan, James. 2004. LTSP-Linux Terminal Server Project. 4.1. http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/docs/ltsp-4.1-id.pdf. .
Novriansyah, Nova. 2000. Linux. Elekmedia Komputindo. Jakarta.

ROM-o-matic.net for Etherboot version 5.4.3. http://www.rom-o-matic.net/etherboot/etherboot-5.4.3/contrib/rom-o-matic.

Wirija, Sudhanta. 2002. Microsoft Windows 2000 Server. Elekmedia Komputindo, Jakarta.
More aboutmembangun jaringan computer menggunakan diskless system berbasis linux fedora core 5.

Aplikasi system mobile commerce pada took buku online berbasis WAP

Posted by ATMAJA'Z

e-commerce powered vasko edo minter gultomE-Commerce
Implementasi
Infrastruktur
Electronic Payment System
Security
1
Author :
Deris Stiawan.
@2002
Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan extension
t
dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.

Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.
Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang patur dicermati oleh kita jika 2
ingin membangun toko e-commerce yaitu : Variability, Visibility, dan Velocity (Majalah Teknologi, 2001).
Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;
Process conducting dalam penyelidikan : 1) mendefinisikan targer pasar, 2) menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran. 3) indentity topk untuk discusi. Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki : 1) identity letak demografi website di tempat tertentu, 2) memutuskan focus editorialnya, 3) memutuskan isi dari contentnya, 4) memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung (Turban M, 2001)
Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai. Tulisan (report) ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang teknologi apa saja yang terkait, standar-standar yang digunakan, dan faktor-faktor yang harus diselesaikan.
Jenis eCommerce eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang berbeda. Business to Business eCommerce memilikikarakteristik:
-
�� Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
�� Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
�� Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
�� Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
3
4 B
Business to Consumer eCommerce
memiliki karakteristik sebagai berikut: Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
�� Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
�� Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
tr t
�� Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.
Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan kedua jenis eCommerceini dapat dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business.
Jenis Transaksi 1997 2000
Business to Business $7 billion $327 billion
Business to Consumer $5 billion $70 billion
Meskipun demikian, Business-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa banyak orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator PC peneaion yang tinggi mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan eCommerce.
Business to Business e-Commerce
2C
Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM,
5 B
ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang sifatnya proprietary. Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang
dapat melakukan konversi seperti ini.
Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group (www.xmledi.net).
Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (ValueAdded Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI overInternet.
Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time manufacturing untuk produksi produknya.
Business to Consumer eCommerce
Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau menggunakan konsep “portal”.
2B
Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan catalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka took.
6
Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang pelanggan selalu kembali ke portal tersebut.
Servis yang harus tersedia
Untuk menjalankan eCommerce, diperlukan beberapa servis atau infrastruktur yangmendukung pelaksanaan commerce. Servis-servis ini akan dibahas pada bagian (section) di bawah ini.
Directory Services
Directory services menyediakan informasi tentang pelaku bisnis dan end user, seperti halnya buku telepon dan Yellow Pages. Ada beberapa standar yang digunakan untuk menyediakan directory services. Salah satu standar yang cukup populer adalah LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) yang kemudian menimbulkan OpenLDAP (www.openLDAP.org).
Salah satu permasalahan yang mengganjal dalam penggunaan directory services adalah adanya potensi security hole, yaitu ada kemungkinan orang melakukan spamming. pamming adalah proses pengiriman email sampah yang tak diundang (unsolicied emails) yang biasanya berisi tawaran barang atau servis ke banyak orang sekaligus. Seorang spammer dapat melihat daftar user dari sebuah directory services kemudian mengirimkan email spamnya kepada alamat-alamat email yang dia peroleh dari directory services tersebut.
t
t
Intfrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure)
Untuk menjalankan eCommerce, dibutuhkan tingkat keamanan yang dapat diterima. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi, yaitu antara lain dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak data. Salah satu metoda yang mulai umum digunakan adalah pengamanan informasi dengan menggunakan public key system. Sistem lain yang bisa digunakan adalah privae key system. Infrastruktur yang dibentuk oleh sistem public key ini disebut Public Key Infrastructure (PKI), atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Infrastruktur Services
Kunci Publik (IKP), dimana kunci publik dapat dikelola untuk pengguna yang tersebar (di seluruh dunia). Komponen-komponen dari infrastruktur kunci publik ini akandibahas lebih lanjut pada bagian berikut.
Certification Authority (CA). Merupakan sebuah body / enity yang memberikan dan mengelola sertifikat digital yang dibutuhkan dalam transaksi elektronik. CA berhubungan erat dengan pengelolaan public key system. Contoh sebuah CA di Amerika adalah Verisign (www.verisign.com). Adalah merugikan apabila perusahaan di Indonesia menggunakan fasilitas Verisign dalam transaksi eCommerce. Untuk itu di Indonesia harus ada sebuah (atau lebih) CA. Sayangnya, untuk menjalankan CA tidak mudah. Banyak hal teknis dan non-teknis yang harus dibenahi. (Catatan: penulis saat ini sedang mengembangkan sebuah CA untuk Indonesia. Kontak penulis untuk informasi lebih anjut.) CA dapat diimplementasikan dengan menggunakan software yang komersial (seperti yang dijual oleh Verisign) dan juga yang gratis seperti yang dikembangkan oleh OpenCA1.
t
IPSec. Keamanan media komunikasi merupakan hal yang penting. Mekanisme untuk mengamankan media komunikasi yang aman (secure) selain menggunakan SSL, yang akan dijelaskan kemudian, adalah dengan menggunakan IP Secure. Plain IP versi 4, yang umum digunakan saat ini, tidak menjamin keamanan data.
Pretty Good Privacy (PGP). PGP dapat digunakan untuk authentication, encryption, dan digital signature. PGP umum digunakan (de facto) di bidang eMail. PGP memiliki permasalahan hukum (law) dengan algoritma enkripsi yang digunakannya, sehingga ada dua sistem, yaitu sistem yang dapat digunakan di Amerika Serikat dan sistem untuk internasional (di luar Amerika Serikat). Implementasi dari PGP ada bermacam-macam, dan bahkan saat ini sudah ada implementasi dari GNU yang disebut GNU PrivacyGuard (GPG).
Privacy Enhanced Mail (PEM). PEM merupakan standar pengamanan email yang diusulkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) (http://www.IETF.org).
7
8
PKCS. Public Key Cryptography Standards.
S/MIME. Selain menggunakan PGP, pengamanan eMail dapat juga dilakukan dengan menggunakan standar S/MIME. S/MIME sendiri merupakan standar dari secure messaging, dan tidak terbatas hanya untuk eMail saja. Beberapa vendor EDI sudah berencana untuk menggunakan S/MIME sebagai salah satu standar yang didukung untuk messaging. Informasi mengenai S/MIME dapat diperoleh dari berbagai tempat, seperti misanya: S/MIME Central
Secure Sockets Layer (SSL). Seperti dikemukakan pada awal dari report ini, eCommerce banyak menggunakan teknologi Internet. Salah satu teknologi yang digunakan adalah standar TCP/IP dengan menggunakan socket. Untuk meningkatkan keamanan informasi keamanan layer socket perlu ditingkatkan dengan menggunakan teknologi kriptografi. Netscape mengusulkan pengamanan dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) ini. Untuk implementasi yang bersifat gratis dan open source, sudah tersedia OpenSSL project (http://www.openSSL.org). Selain SSL ada juga pendekatan lain, yaitu dengan menggunakan Transport Layer Security (TLS v1).
Electronic Payment
Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah yang belum tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah electronic payment, antara lain:
�� Standards: SET, Mondex
�� Electronic money: e-cash digicash, CyberCash, iKP
�� Virtual wallet, EMV electronic purse
�� Credits and debits on the Internet, First Virtual.
�� Internet banking beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok OpenFinancial Exchange (OFX) yang dimotori oleh CheckFree Corporation Intuit, dan Microsoft beserta institusi finansial lainnya.
�� Stocks and trading
�� Smartcards: introduction, CLIP, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya) Java Card, Open Card Framework. e-Payment
9
�� Regulatory issues
�� Internet economics, digital money
�� Internet payment protocol, ePurse protocol
�� Micropayments, yaitu pembayaran dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya untuk membaca web site dichage 0.25c/halaman): Millicen r
t
�� Electronic check: FSTC Electronic Check Project4
�� Limitatitions Of Traditonal Payment Instrument.
�� Security requirement (Authentications, Privacy, Integrity, Non-repudiation, Safety).
�� Single-Key (Symentric) Encryption.
�� Public/Private Key System.
�� Electronic Credit Card (payment using unencypted, encrypted payments, high level security and privacy).
�� Electronic CASH.
�� Electronic Pyment Card (smart card).
�� Three Party Payment System.
Keamanan (Security)
Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman. Beberapa topik (issues) yang harus dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.
Teknologi Kriptografi. Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti sistem privae key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES, IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima yang dapat mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya Security
bersama kuncinya ke alamat tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk memecahkannya adalah bahwa si penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan kuncinya. Anda menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah dikirimkannya ke siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang, tetapi dengan enkripsi yang kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses data yanmg sudah digembok itu.
One Time Pasword. Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu kali. Biasanya password angka digital yang merandom angka setiap kali transaksi.
Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.
Kerangka kerja eCommerce
Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara
lain:
1. Naional Inormation Technology Committee (on eCommerce). Komite ini bertanggung jawab untuk memformulasikan Information Technology, speciically eCommerce, di Indonesia. Komite ini dapat membuat working group untuk meneliti penggunaan teknologi informasi lebih lanjut. Berbagai pihak yang terlibat dalam bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya terwakili dalam komite ini, misalnya adanya wakil dari Perbankan.
t f
f
2. Communication Infrastructure
3. EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh semua pihak merupakan salah satu kunci utama.
4. Cyberlaw: EC laws, Electronic Security laws.
5. Customers & related organizations
10
11
Bahan Bacaan
1. Efraim Turban, Ephrain McLean, James Wetherbe, Information Technology For Management, John Wiley & Sons Inc, 2001.
2. Majalah Teknologi, Jakarta, edisi November 2001.
3. XML/ EDI Group
4. www.OpenLDAP.org
5. www.idnic.net.id
6. Salahsatu penyedia security online payment
7. www.openCA.org
8. www.openSSL.org
9. www.modex.com
10. www.digicash.com
11. www.cybercash.com
12. www.visa.com
Lecturer
More aboutAplikasi system mobile commerce pada took buku online berbasis WAP

Desain dan implementasi autentikasi jaringan Hotspot menggunakan Pfsense dan radius server

Posted by ATMAJA'Z

MegatenShin Megami Tensei: Imagine Online is a MMORPG that extends the 20 year SMT franchise famous on game consoles (Digital Devil Saga, Persona). The story takes place in a futuristic post-apocalyptic Tokyo where you must ally Demons and players to restore order to the world.

Negotiate with 200 different Demons and fuse them together to create new, more advanced breeds. Battle is a blend of strategy and real-time twitch fighting where you can use melee swords and blunt weapons, revolvers and rifles, and magic spells. Design your character with over 15 customizable areas with a blend of modern, futuristic, and traditional Japanese fashion items.
Demon Negotiation
Convince, seduce, and intimidate Demons to fight along your side. Fuse Demons together and create new breeds! Use your Demons as mounts to travel the world of Imagine Online. Discover all 200 of them.

Character Customization
Personalize your character’s wardrobe in thousands of ways. Dress your character in modern and futuristic Tokyo fashions. Trade clothes and accessories to create the look you want.

Real-time Battle Tactics
Fight alongside your friends using a real-time combat strategic combat system. Choose to slash swords, shoot guns, and cast magic spells. Dodge, parry, and counter with expert combat techniques.

Game ini sudah sangat digemari dan sukses di Jepang, kemudian terbukti juga sangat populer di seluruh dunia pada saat masa closed beta lalu. Sekarang, di Open Beta, semua orang diajak untuk bermain secara gratis tanpa biaya bulanan.

Shin Megami Tensei: Imagine Online adalah game online pertama dari franchise yang telah berumur 20 tahun ini mencakup seri seperti Digital Devil Saga dan yang baru saja dirilis Persona 4. Dalam Shin Megami Tensei: Imagine Online, pemain akan berpetualang bersama demon-demon di Tokyo masa depan. Game ini memiliki fitur seperti real-time battle system, kustomisasi karakter dengan tema serta fashion Tokyo modern dan tradisional, dan penggabungan demon (sebuah proses untuk menggabungkan beberapa demon menjadi satu demon baru yang lebih kuat).

Seperti game Free to Play pada umumnya, biaya pelayanan Shin Megami Tensei: Imagine Online akan didukung melalui Item Mall yang menyediakan berbagai item dari kosmetik saja sampai penambah kekuatan.

More aboutDesain dan implementasi autentikasi jaringan Hotspot menggunakan Pfsense dan radius server

System information pengelolaan in SMK muhammadyah 1 sukoharjo with PHP and MyAQL

Posted by ATMAJA'Z

System information penglolaan in SMK muhammadyah 1 sukoharjo with PHP and MyAQLMembangun situs galeri foto berbeda dengan situs berita. Banyak yang lihai membangun situs berita, tapi "mati kutu" ketika menghadapi galeri foto. Bagaimana membuat galeri yang mudah, murah, dan interaktif? Tulisan ini mengulas beberapa software yang layak direkomendasikan.

Pertanyaan umum bagi organisasi atau fotografer yang ingin membangun galeri foto adalah menggunakan software apa untuk bisa membangun galeri sendiri? Bagi pemula, kebiasaan menggunakan template atau kumpulan script yang siap pakai, yang ditulis dalam bahasa HTML, bisa membantu sementara. Beberapa menggunakan software Photoshop yang bisa memproduksi galeri foto berbasis HTML secara otomatis.

Atau menggunakan Flash (yang sekarang banyak dibuat template-template bagus) untuk mengejar tampilan yang "ngejreng" dan ceria. Namun, persoalan galeri semacam itu adalah satu: statik, tidak dinamis dan tidak interaktif.
Solusi murah membangun galeri interaktif ternyata ada pada bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL. Duet PHP dan MySQL plus webserver Apache akan membuat galeri foto lebih powerfull dan mudah dikelola. Tak pernah mengenal PHP atau MySQL? Lupakan saja, software sekarang sudah dilengkapi sistem instalasi yang canggih yang memudahkan orang awam untuk meng-install.

Era Open Source, yang ditopang PHP dan MySQL, telah melahirkan software-software kelas dunia yang didistribusikan dengan semangat kebebasan (free) dan bisa didapatkan gratis serta legal. Tak perlu cari bajakan atau membobol nomor serial software tertentu untuk bisa meng-online-kan galeri foto. Menggunakan Open Source bukan berarti "mutu rendah", Open Source kini sudah jadi trade mark kebebasan, aman (secure), dan semangat memperbaiki.

Fokus pembahasan di sini adalah mencari software untuk membangun website galeri foto. Plus, penekanannya adalah galeri foto yang interaktif dan memudahkan pengelolaan baik dari sisi admin maupun dari sisi anggota.

Ada tiga kandidat yang diunggulkan dalam hal ini, yaitu Gallery 2 (http://gallery.menalto.com), Coppermine (www.coppermine-gallery.net), dan 4images (www.4homepages.de). Ketiga galeri itu sama-sama memiliki fitur untuk memudahkan pengelolaan, mulai dari upload berbasis web dan FTP, resizing otomatis, membuat thumbnail otomatis, menampiljan foto berdasar kriteria tertentu, slidshow, menyimpan informasi dalam database, serta fitur sistem keanggotaan.

Sebelum mencoba contoh software galeri foto, pastikan Anda suah memiliki domain atau subdomain serta hosting yang mendukung PHP, MySQL, plus meng-enable GD/ImageMagick (untuk resizing otomatis serta membuat thumbnail otomatis). Soal bagaimana mendapatkan hal itu, telusuri dengan Google akan cepat menjawab persoalan.

Khusus bagi Anda yang memiliki hosting yang didukung oleh CPanel (cpanel.com) serta memiliki fasilitas Fantastico, maka Anda bisa meng-install software tersebut secara instan tapna capek downlod dan upload file.

Gallery 2

Pengalaman menggunakan Gallery 2 ini cukup mengejutkan karena banyaknya fitur-fitur profesional yang disediakan. Mendukung fitur multibahasa serta mudah untuk menerjemahkannya. Gallery 2 mendukung 30 bahasa dan bisa terdeteksi berdasarkan alamat IP pengunjung.

Fitur lain adalah alamat yang bisa dipendekkan, galeri yang bersifat fit-to-window yaitu gambar akan mengubah berdasarkan ukuran layar pengguna. Pencarian keyword juga canggih, dan yang terpenting adalah mendukung EXIF Headers dengan cara membaca informasi yang ditempelkan dalam exif file foto.

Statistik, komentar, polling, sideshow, struktur album, mendukung paypal addon sehingga bisa digunakan untuk transaksi online, dan masih banyak lagi yang membuat Gallery 2 patut unggul dibandingkan dengan galeri lain.

Salah satu kelemahan Gallery 2 adalah isu ketidakstabilan database. Bisa dimaklumi, ribuan database ter-input dalam sistem yang kompleks sehingga jika ada gangguan sedikit saja bisa berakibat error database. Memilih Gallery 2 berarti memilih fasilitas wah sebuah software gratis tapi jangan lupa backup rutin.

Salah satu contoh adalah situs www.marcobrivio.com. Para jurnalis foto Kompas juga sempat "bersimulasi" dengan Gallery 2 ini dengan situsnya http://simulasi.indonesiaimages.net.

Coppermine

Galeri Coppermine sempat didera isu keamanan dalam beberapa tahun yang lalu. Beberapa situs menggunakan Coppermine banyak dikerjai oleh para cracker. Akan tetapi, akhir-akhir ini, Coppermine mulai bangkit lagi.

Coppermine mengklaim memiliki fitur yang mudah diintegrasikan dengan berbagai software lainnya. Rumus mereka: Web Server Apache + PHP + MySQL + ImageMagick/GD = CPG (Coppermine Gallery).

CPG adalah nama generik dari Coppermine ini. Salah satu sukses untuk mengintegrasikan Coppermine ke sistem Content Management System (CMS) terletak pada Dragonfly CMS (www.cpgnuke.com). Salah satu pendiri Dragonfly adalah developer Coppermine yang telah meninggalkan Coppermine. Bedanya, dengan sistem Dragonfly, Coppermine telah dioprek sedemikian rupa sehingga isu lubang keamanan sudah tak ada lagi.

Dragonfly adalah kisah sukses mengintegrasikan berita, galeri, forum, chat, sistem keanggotaan, polling, dan masih banyak lagi fitur interaktif dalam satu paket CMS. Sudah pasti, semua gratis. Contoh galeri yang menggunakan Coppermine yang sudah diintegrasikan dengan Dragonfly adalah www.banjarmasinpost-photo.org.

4images

Dibandingkan dengan galeri lain, 4images termasuk mudah untuk belajar. Software ini mendukung sistem komentar, registrasi user, proteksi password, sistem template yang mudah, sistem multibahasa, RSS feeds, menunjukkan IPTC dan data EXIF, rating, proteksi spam, proteksi akses langsung file, fungsi newsletter, e-cards, dan backup database. Situs www.forumkamera.com disinyalir menggunakan 4images ini.

Tips Membangun Galeri

- Tentukan apakah ingin galeri interaktif atau statik. Jika memang interaktif, pilih Open Source seperti Gallery 2, 4images, atau Coppermine.

- Tentukan dulu apakah kebutuhannya murni hanya untuk galeri atau ada fitur lain seperti forum, berita, "polling", "chatting". Jika multifungsi, maka pilihlah CMS yang sudah mengintegrasikan fitur-fitur tersebut.

- Jika ingin membangun galeri foto dengan "script" sendiri, pastikan sistem yang Anda pakai kebal terhadap praktik penyerangan. Open Source dalam hal ini lebih punya sisi keamanan yang lebih unggul. Jadi, jika Anda tak punya ahli atau master di bidang PHP/MySQl yang andal, memilih Open Source akan lebih bijak.

- Tentukan apakah Anda akan mengintegrasikan galeri dengan sistem pembayaran (jika galeri dijual), jika iya maka pilihlah galeri yang sudah mendukung "shopping cart". Gallery 2 sudah mencoba membangun fasilitas tambahan untuk "shopping cart" yang diintegrasikan dengan pembayaran ”online” Paypal.(KOMPAS)

Oleh Amir Sodikin/Kompas.com


More aboutSystem information pengelolaan in SMK muhammadyah 1 sukoharjo with PHP and MyAQL

contoh judul skripsi

Posted by ATMAJA'Z

judul skripsi


Ini ada beberapa judul skripsi dari jurusan teknik elektro dari tahun ke tahun, semoga bermanfaat…
1. PEMBUATAN PROTOTIPE TRANSMITTER DAN RECEIVER UNTUK PENGIRIMAN SINYAL AUDIO DENGAN MEDIA SERAT OPTIK (1995)

2. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN KARTU DAN PEMBACA KARTU IDENTITAS MAHASISWA BERBASIS KOMPUTER (1996)

3. ANALISA PERBANDINGAN TRAFO TIGA FASA TIGA INTI TERHADAP TRAFO TIGA FASA SATU INTI HUBUNGAN YYO KAPASITAS 3 x 50 VA, 380/83 V DARI SEGI TEKNIS DI UDIKLAT PANDAAN (1996)

4. ANALISA MATEMATIS SISTEM KENDALI TEGANGAN TOMATIS PADA GENERATOR PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK (AVR) (1995)

5. STUDI MEDAN LISTRIK PADA BERBAGAI KONFIGURASI SALURAN UDARA RUANG BEBAS 500 KV (1995)

6. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT AUDIO SPEKTRUM ANALYZER DENGAN PENAMPIL LED (1996)

7. KOMPENSASI DAYA REAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN KONDENSATOR STATIS UNTUK MENGURANGI RUGI-RUGI DAYA DAN ENERGI PADA PABRIK GULA KREBET BARU I MALANG (1996)

8. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENGATURAN SIRKULASI AIR DENGAN MINIMUM SISTEM 8085 (1996)

9. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGUBAH SISTEM RGB KE DALAM SISTEM PAL UNTUK IBM PC/XT (1996)

10. ANALISIS PENGGUNAAN KAPASITOR SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MOTOR SINKRON UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA SISTEM TENAGA LISTRIK PADA PT. NUSANTARA PLYWOOD GRESIK (2000)

11. TEKNIK INTERPOLASI PERCAKAPAN DIGITAL PADA TIME DIVISION MULTIPLE ACCESS (TDMA) INTELSAT (1995)

12. ANALISIS EVALUASI RELE PENGAMAN ARUS LEBIH AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN PADA GARDU INDUK BANYUWANGI (1999)

13. PENGARUH PENGGUNAAN KOMPENSASI SHUNT PADA INTERKONEKSI JAWA BALI TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN BEBAN DI PULAU BALI (1995)

14. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SUATU ALAT KOMUNIKASI ANTAR DUA BUAH KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK (1996)

15. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN KOMUNIKASI DATA MELALUI GELOMBANG RADIO (1996)

16. ALAT PENGENDALI OPERASI KOMPENSATOR DALAM SALURAN TRANSMISI DAYA LISTRIK (1996)

17. PEMONITORAN LIMBAH CAIR RADIOAKTIF MENGGUNAKAN SALURAN TELEPON DI PPTN BATAN BANDUNG (1996)

18. STUDI SELEKSI TRANSDUCER UNTUK KOMUNIKASI SERAT OPTIK (1996)

19. STUDY PENGGUNAAN RELE DIFFERENSIAL SEBAGAI PENGAMAN TRANSFORMATOR DAYA 150/20 KV DI G1 KEDIRI BARU (1996)

20. SISTEM PENGGUNAAN RELAI ARUS LEBIH SEBAGAI PENGAMAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DI PLTU PERAK UNIT III DAN IV SURABAYA (1995)

21. OPERASI EKONOMIS DARI KOMBINASI ANTARA PLTA DAN PLTU PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI JATIM (1995)

22. STUDI PERENCANAAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 150 KV GILIMANUK PEMARON DALAM RANGKA PERBAIKAN SISTEM KELISTRIKAN DI BALI (1995)

23. ANALISIS PENENTUAN RATING OPTIMAL TRANSFORMATOR DAYA PADA GARDU INDUK DI MADIUN SEHUBUNGAN DENGAN ADANYA PERTUMBUHAN BEBAN (1999)

24. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT WATTMETER DIGITAL (1996)

25. PERANCANGAN SISTEM OTOMATISASI PADA ”BOTTLING HAL” YANG DI ANTARMUKAKAN KE IBM PC DI PT MULTI BINTANG INDONESIA TANGERANG JABAR (1996)

26. ANALISIS FAKTOR DAYA PADA INDUSTRI DALAM KAITANNYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DAN PERBAIKAN TEGANGAN DI PG. KEBON AGUNG MALANG (1995)

27. UPAYA MEMINIMUMKAN PENGARUH MEDAN MAGNET DENGAN MERUBAH KONFIGURASI PADA JARINGAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 KV (1996)

28. STUDI TENTANG SISTEM PROTEKSI PADA JARINGAN 20 KV DI BLITAR (1999)

29. PENGATURAN SUDU ROTOR DAN SUDU ANTAR PADA PENGATURAN TURBIN DAN PENGONTROL SUDU ROTOR DI PLTA SENGGURUH (1995)

30. AKUISISI DAN PENGOLAHAN SINYAL ELEKTROKARDIOGRAF (1996)

31. PERENCANAAN KAPASITAS POWER RAIL TRAVELING CRANES 45 TON 30 TON DI PAPER MACHINE UNIT V PT. KERTAS LECES PROBOLINGGO (1996)

32. SISTEM PENYEDIAAN LISTRIK BERKELANJUTAN PADA KONSUMEN RUMAH TANGGA (19996)

33. SISTEM PENGECEKAN SALDO BANK OTOMATIS MELALUI SALURAN TELEPON YANG DIKONTROL OLEH IBM PC (1997)

34. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR DAN ANALISA BERAT JENIS AIR SUSU SAPI YANG DIANTARMUKAKAN KE IBM PC (1996)

35. PENGGUNAAN PHASE SIFTER TRANSFORMER BAGI PENGENDALIAN ALIRAN DAYA (!995)

36. MEMPERKECIL PROSENTASE JATUH TEGANGAN PADA PENYLANG MANGUNHARJO KODYA MADIUN (1997)

37. MENGEMULASI MIKROPROSESOR Z 80 PADA MIKROKOMPUTER IBM PC (1996)

38. PERANCANGAN KOMPENSATOR FAKTOR DAYA EELKTORNIK SEBAGAI ALTERNATIF ALAT HEMAT ENERGI UNTUK MOTOR TAK SEREMPAK (1995)

39. STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN KONDUKTOR AAAC 70 MM2, 120 MM2, 150 MM2 DAN 240 MM2 UNTUK PEMBANGUNAN SUTM 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) CABANG MATARAM (1996)

40. OPTIMASI PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI PT. CALTEX PACIFIC INDONESIA RIAU (1997)

41. SIMULASI ”REALTIME” SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN TELEMETERING (1996)

42. STUDI PENGARUH KONFIGURASI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV TERHADAP GANGGUAN ANTARA KECAMATAN GONDANG WETAN SAMPAI KECAMATAN KEDAUNG KAB PASURUAN JATIM (1995)

43. ANALISIS PENENTUAN JENIS THERMOPROBE PADA SISTEM KONTROL OTOMATIS UNIT KETEL UAP DI PABRIK GULA KEBON AGUNG (1996)

44. ANLISIS SISTEM PERTANAHAN PERALATAN PADA GARDU INDUK SAHUR DENPASAR (1998)

45. STUDI ALTERNATIF PENGGANTI FORMAT DATA SINKRO MENUJU FORMAT DATA MOTOR STEPPER (1995)

46. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN SISTEM KONTROL UNTUK POMPA BOOSTER PADA STASIUN POMPA CABANG PDAM KOTAMADYA DATI II MALANG (1996)

47. PENERAPAN BASIS DATA RELASIONAL DALAM APLIKASI INVENTORI (1998)

48. PERANCANGAN SISTEM ELEKTRONIKA DC REGULATOR (2000)

49. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERALATAN STARTING SECARA ELEKTRONIK UNTUK MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER (1997)

50. PENGGUNAAN REAKTOR PADA OUT GOING FEEDER SEBAGAI UPAYA MENGURANGI GANGGUAN HUBUNGAN SINGKAT POWER PLANT I PERTAMINA UNIT PENGOLAHAN V BALIKPAPAN (1997)

51. STUDI PENGKAJIAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO DARI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIK) (1995)

52. PENGGUNAAN SISTEM MINIMAL UP Z 80 SEBAGAI PENGONTROL SUHU AIR (1992)

53. APLIKASI COMMON CHANNEL SIGNALING NO 7 UNTUK KOMUNIKASI FAKSIMILI. KASUS : FAKSIMILI PADA LAYANAN PESAN SINGKAT GSM (1999)

54. SISTEM PENERIMAAN INFORMASI PADA PESAWAT TELEVISI

55. MORPHING & TWEENING PADA PC SEBAGAI DASAR TEKNIK DISSOLVE SONY BVE 910 DI MMTC YK

56. SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN TEGANGAN RENDAH DAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 1 FASE PADA BIRO TEKNIK LISTRIK ”SINAR AGUNG” YK

57. TELEPON SERTA CARA KERJA DARIPADA JARINGAN TELEPON DI WARPOSTEL KEDAULATAN RAKYAT YK

58. INSTRUMEN ELEKTONIS PENGENDALI OTOMATIS DISTRIBUSI MINYAK DI PERTAMINA DEPOT REWULU YK

59. SISTEM PENYIARAN RADIO PADA RRI REGIONAL I SURAKARTA

60. PENGENDALIAN MOTOR INDUKSI PADA PT. PUSDIKARI AGRO UTAMA TEMANGGUNG

61. SISTEMPROTEKSI TRANSFORMATOR PADA PT. INDUSTI SANDANG II (PERSERO) PATUN INFITEKS CEPER KLATEN

62. SENTRAL TELEGRAM OTOMATIS INDONESIA PADA PT. 9PERSERO) INDOSAT JAKARTA

63. SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK PADA BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BARANG KULIT, KARET DAN PLASTIK YK

64. PEMBUATAN PENCACAH TERPROGRAM UNTUK ALAT PANTAU RADIASI PADA CEROBONG-CEROBONG REAKTOR KATINI PPNY BATAN

65. JARINGAN TRANSMISI TELEPON MENGGUNAKAN IRT 1500 PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA KANTOR CABANG BANTUL

66. PEMANCAR FM STEREO PADA RRI NUSANTARA II YK

67. TINJAUAN SISTEM TELEKOMUNIKASI DIGITAL PADA KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKSI (KANDATEL) BOJONEGORO

68. PENGGUNAAN VIDEO DISTRIBUSI AMPLIFIER PADA MASTER CONTROL DI TVRI STASIUN YK

69. PEMBUATAN PENYIMPANAN DATA SPEKTRUM SPEKTROCOPY NUKLIR PADA PPNY BATAN YK

70. STUDI PEMBUATAN TEGANGAN TINGGI ARUS SEARAH GENERATOR COCKROFT – WALTON SEBAGAI SUMBERDAYA BAGI TABUNG PEMERCEPAT (AKSELERATOR) DI PUSAT PENELITIAN NUKLIR-BADAN TENAGA ATOM NASIONAL YK

71. PROSES PEREKAMAN CASSETE AUDI DI PN. LOKANANTA SURAKARTA

72. PRE DISTROSION AMPLIFIER TVRI STASIUN TRANSMISI GOMBEL SEMARANG

73. SISTEM PENGAMANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PADA PLN DISTRIBUSI JATENG CABANG YK

74. PEMBUATAN PROGRAM SISTEM PENCAVAH MENGGUNAKAN MIKROPROSESOR Z 80 DENGAN MPF -1 DI PPNY BATAN YK

75. PENGGUNAAN DIAGRAM SMITH DALAM PEMASANGAN ”MATCHING DEVICES” DI AKADEMI TNI AU ADISUCIPTO YK

76. SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN INDUKSI PADA PABRIK TEKSTIL PRIMISSIMA YK

77. PENGENDALIAN MOTOR INDUKSI PADA. PT. PUSDIKARI AGRO UTAMA TEMANGGUNG

78. STRUKTUR ANTENA PEMANCARA PENGULANG BROADCAST SW 20 KW DI RRI NUSANTARA II SETURAN CATUR TUNGGAL DEPOK SLEMAN YK

79. SISTEM REPRODUKSI SINYAL AUDIO DAN VIDEO PADA STUDIO AUDIO VISUAL PUSKAT YK

80. SISTEM CONTROL PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASE PADA PT. JOGJATEX YK

81. SENTRAL TELEPON OTOMAT DI KANDATEL PURWOREJO PADA CABANG TELEKOMUNIKASI PURWOREJO

82. PEREMAN DINAMIS MOTOR INDUKSI PADA PABRIK TEKSTIL PT. JOGJATEX YK

83. SISTEM TELEPON UMUM PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA KANTOR CABANG BANTUL

84. PERLUASAN JARINGAN DISTRIBUSI I FASE DAN SISTEM PROTEKSINYA PADA BIRO TKENIK LISTRIK ”SINAR AGUNG”

85. PENGGUNAAN DIAGRAM SMITH DALAM PEMASANGAN ”MATCHING DEVICES” DI AKADEMI TNI AU ADISUCIPTO YK

86. SISTEM PEMANCAR TV VHF TVRI STASIUN YK

87. PENDISTRIBUSIAN DAYA LISTRIK PADA INDUSTRI KAROSERI MOBIL PT. MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG

88. SISTEM TELEPON UMUM PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA KANTOR CABANG BANTUL

89. PENGAMAN DAN OPERASIONAL GENERATOR 3 PHASE INDUSTRI TEKSTIL (WARP KNITTING PT. YOYATEX YK

90. SISTEM PENTAHANAN DAN PENERAPAN DISTRIBUSI 20 KV FASA TIGA EMPAT KAWAT PADA PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA CABANG YK

91.SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK TIGA PHASE PADA PT. CENTRAL PROTENA PRIMA SEMARANG

92. SISTEM PEMANCAR RADIO RRI NUSANTARA II YK

93. PRE-AMP NETURON AREA MONITOR DI BADAN ATOM NASIONAL PUSAT PENELITIAN YK

94. SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI DI KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKASI SEMARANG

95. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN ALTERNATOR TIGA FASA DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA BOGOR JABAR

96. RADIASI EFEKTIF ANTENA PADA SISTEM TELEKOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO PADA LABORATORIUM MICROWAVE DEPARTMENT ELEKTRONIKA MARKAS BESAR AKADEMI TNI AU ADISUCIPTO YK

97. SISTEM MODULASI PADA PERHUBUNGAN TELEGRAP DAN TELEX DI PERUSAHAAN UMUM TELEKOMUNIKASI VIII DENPASAR BALI

98. SETTING RELE JARAK SEBAGAI MEDIA BANTU PEMOTREKSIAN GANGGUAN PADA SUTT 150 KV DI PT. PLN (PERSERO) P3B SEKTOR KETENGER UNIT TRANSMISI PURWOKERTO

99. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN TRANSFORMATOR PADA PT. MEKAR ARMADA JAYA (NEW ARMADA) MAGELANG

100. FASILITAS DAN PERALATAN GARDU INDUK PADA GARDU INDUK 150 KV KENTUNGAN UNIT TRANSMISI YK

101. SISTEM SWITCHING TELEPON PADA KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKASI (KANDATEL) YK

102. SISTEM LOG BOOK SIARAN PT. RADIO MATARAM BUANA SUARA YOGYAKARTA : TINJAUAN KONSEPTUAL

103. KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUSTRI 3 FASA DENGAN MENGGUNAKAN STATIC SCHERBUS SYSTEM

104. PERLUASAN JTR DAN JTM 1 FASE DAN INSTALASI RUMAH PAPAN PADA BIRO TEKNIK LISTRIK ”SINAR AGUNG” YK

105. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MOTOR INDUKSI PADA PT. WONDATEX YK

106. SISTEM PEREKAMAN KASET AUDIO PADA PN LOKANANTA SURAKARTA

107. TELEPON DENGAN TRANSMISI RADIO ULTRA PHONE 100 PADA KANDATEL JAKSEL

108. PERLINDUNGAN DAN PEMELIHARAAN PERLENGKAPAN SISTEM TENAGA LISTRIK DALAM MENJAGA KETRANDALAN SISTEM PADA PT. SARI HUSADA YK

109. PENGUAT AWAL DETEKTOR SINTILASI PADA PUSAT PENELITIAN NUKLIR YOGYAKARTA BADAN TENAGA ATOM NASIONAL

110. SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) PG. TASIKMADU KARANGANYAR JATENG

111. SISTEM OPERASI PESAWAT TELEPON OTOMAT DI KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKASI PERUSAHAAN UMUM TELEKOMUNIKASI YK

112. SINYAL KOMPOSIT TV BERWARNA DI TVRI STASIUN YK

113. PERTANAHAN GARDU INDUK PADA GARDU INDUK TRANSMISI 150 KV GODEAN YK

114. SISTEM PENGAMAN JAINGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA BIRO TEKNIK LISTRIK ”SINAR AGUNG” YK

115. SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PADA PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA UNIT DISTRIBUSI JATENG CABANG YK

116. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MOTOR LISTRIK PAA INDUSTRI KAROSERI NEW ARMADA (PT. MEKAR ARMADA JAYA) MAGELANG

117. SISTEM PERALATAN GELOMBANG MIKRO PADA LABORATORIUM AAU ADISUCIPTO YK

118A. PROTOTIPE PENGENDALI PERALATAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN MEDIA PESAWAT TELEPON

118. PERANCANGAN SISTEM KONTROL UNTUK SIMULASI PROSES PRODUKSI OTOMATIK BUSA SINTETIS BERBASISKAN PLC (1998)

119. PENCACAH DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR INFRA MERAH

120. PEMBAHASAN DAN ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS KANAL ANTARA SISTEM MODE GANDA CDMA – AMPS DENGAN SISTEM AMPS TUNGGAL

121. PENGATUR NADA AUDIO (1999)

122. RS. BORROMEUS DAN LAB SISTEM INSTRUMENTASI MIKROELEKTRONIKA ITB (1998)

123. SISTEM PENENTUAN POSISI GLOBAL (GPS) (1996)

124. PENGEFISIENAN FAKTOR-FAKTOR DAYA PADA BEBAN TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR PADA NATOUR GARUDA INDONESIA YK (2001)

125. SISTEM PENGATURAN SUHU AIR OTOMATIK (1998)

126. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT WATTMETER DIGITAL (1996)

127. PENGENDALIAN LAMPU PANGGUNG MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM PC/XT (1992)

128. PENGANALISIS LOGIKA ARAS TTL MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM/XT (1993)

129. ANALISIS TEKNIS TERJADINYA KENAIKAN TEGANGAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH (1997)

130. SIMULASI PENGENDALI LAMPU LALU LINTAS (2003)

131. TRAINER TV WARNA MODEL TASAKI M.1416 BAGIAN PENGOLAHAN SINYAL VIDEO (2003)

132. SISTEM PROTEKSI TRANSFORMATOR PADA PT. INDUSTRI SANDANG II (PERSERO) PATUN INTITEKS CEPER KLATEN

133. SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PADA PT. MADU BARU BANTUL YK (2003)

134. PENGENDALI TEGANGAN GENERATOR INDUSTRI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER AT 89 C 51 UNTUK PLTMh STAND ALONE (2004)

135. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC 12 V DENGAN MENGGUNAKAN REMOTE CONTROL (2005)

136. IMPLEMENTASI ALGORITMA LMS DALAM PEMBUATAN MOSAIK CITRA (2002)

137. PENGENDALIAN LAMPU PANGGUNG MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM PC/XT

138. DIKLAT AHLI MULTIMEDIA [MULTIMEDIA TRAINING CENTRE] YK (1989)

139. DIKLAT AHLI MULTIMEDIA [MULTIMEDIA TRAINING CENTRE] YK (1991)

TIMBANGAN DIGITAL (1997)

140. PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 PHASE BERBASIS PLC (2005)

141. ALAT PENCACAH DAN PENGELOMPOK BARANG HASIL PRODUKSI DENGAN SISTEM KENDALI DIGITAL (2002)

142. SISTEM DISTRIBUSI DAN PROTEKSI TENAGA LISTRIK PADA GEDUNG LINA JAKARTA (2003)

143. PENGENDALIAN MOTOR LISTRIK SATU FASA PADA MESIN PERAJANG TEMBAKAU (1999)

144. MANFAAT KOMPRESOR PADA SISTEM PEREKEMAN AUDIO (2000)

146. ANALISIS BUTIR SOAL UJI KOMPETENSI SMK TEKNOLOGI INFORMASI (2002)

147. FASILITAS PERALATAN PRAKTIK DAN KOMPETENSI GURU DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI [STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK LISTRIK] (2003)

148. PENGELOLAAN BURSA KERJA SEKOLAH [BKS] DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YK (2003)

149.EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL (2003)

150. RANCANG BANGUN MODUL INPUT OUTPUT PROGRAMMABLE LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLLER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIK KENDALI TERPROGRAM (2004)

151. PROYEKSI KEBUTUHAN TENAGA KERJA LULUSAN SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PADA BALAI YASA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) YK (2004)

152. KREATIVITAS SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN TUGAS KARYA MANDIRI DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN (2004)

153. STUDI TENTANG PERMASALAHAN BELAJAR MAHASISWA STRATA I PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIS UNY BERMASA STUDI LEBIH DARI LIMA TAHUN (2004)

154. SISTEM TRANSISI LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK SERI CC 203 DI BALAI YASA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) YK (1999)

155. DETEKTOR KEGAGALAN KONTRAKTOR MAGNET (2004)

156. MODEL ARGO TAKSI BERBASIS MIKROKONTROLLER AT 89C51 (2004)

157. KENDALI KECEPATAN MOTOR UNIVERSAL SISTEM LOOP TERTUTUP (2004)

158. PENDETEKSI ADANYA KENDARAAN YANG MELINTAS DARI ARAH BERLAWANAN PADA TIKUNGAN TAJAM (2004)

159. MODUL EMPAT BELAS SEGMENT (2004)

160. ALAT UKUR TINGGI BADAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89C51 (2004)

161. PROGRAM PENDISAIN PCB DAN PENGENDALI BOR PCB (2004)

162. KENDALI PENGEPAKAN BARANG BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C2051 (2005)

163. SIMULASI PENYANDIAN DAN PENGAWASAN SANDI REED-SOLOMON (31,25) DENGAN MATI AB (2005)

164. AKUISISI DAN PENGOLAHAN DATA SUHU DENGAN SENSOR PIROELEKTRIK UNTUK HIPERTERMIA MEDIS (2006)

165. PERANCANGAN SISTEM ANTRIAN DI RUMAH SAKIT BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 (2006)

166. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM MONITORING KEGIATAN PERKULIAHAN BERBASIS WEB DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UGM (2006)

167. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA ”SUMBAR” BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL (2005)

168. SISTEM INFORMASI PELACAKAN KERETA API BERBASIS WEB PEMETAAN DATA (2006)

169. INTEGRATED SERVICES DIGITAL NETWORK (1987)

170. ANALISIS RENCANA PEMINDAHAN PENYULANG UNTUK CATU DAYA LISTRIK BEBAN INDUSTRI PT. MUTU GADING TEXTIL (2005)

171. SISTEM PEMBUKA PINTU GESER HOTEL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

172. APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S51 PADA PENGENDALI PINTU PERLINTASAN KERETA API SECARA OTOMATIS (2005)

173. PENGARUH DEBIT AIR DAN TINGGI JATUH AIR TERHADAP PENENTUAN JENIS TURBIN AIR PADA PUSAT LISTRIK TENAGA AIR (1997)

174. PERANCANGAN SISTEM PENSINYALAN KERETA API DI STASIUN PEKALONGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 (2004)

175. LAPORAN PKN II [STUDI PEMBUATAN TEGANGAN TINGGI ARUS SEARAH GENERATOR CC KROFT-WALTON SEBAGAI SUMBER DAYA BAGI TABUNG PAMER CEPAT (AKSELERATOR) DI PUSAT PENELITIAN NUKLIR BADAN TENAGA ATOM NASIONAL YK

176. SCR SEBAGAI KOMPONEN PENGATUR KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH PENGUATA SHUNT DENGAN CARA MENGATUR TEGANGAN PADA RANGKAIAN JANGKAR (1988)

177. RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR KECEPATAN BENDA BERGERAK BERBASIS MIKROKONTROLER (2006)

178. PENGEMBANGAN PROTOTIPE PROGRAM APLIKASI PELAYANAN PERIZINAN PEMERINTAH DAERAH BERBASIS WEB DALAM E-GOVERMENT DITINJAU DARI SISI KEAMANAN DATA (2004)

179. PENGEMBANGAN PROGRAM PENDETEKSIAN POTENSI SERANGAN STROKE MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY : METODE TSUKAMOTO (2004)

180. TA PENGENDALIAN MOTOR DC DENGAN CHOPPER (2000)

181. TA SISTEM KENDALI PINTU GERBANG MENGGUNAKAN REMOTE CONTROL INFRA MERAH (2004)

182. TA PENGATURAN KECEPATAN PUTAR MOTOR INDUKSI TIGA FASE MELALUI PERINCIAN THYRISTOR BERBASIS MIKROKONTOLER 68 H C 11 (2003)

183. TA SISTEM PENGATURAN OTOMATIS BATAS KETINGGIAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR ELEKTRONIS (2004)

184. PENGEMBANGAN APLIKASI PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN PADA PERANGKAT BERGERAK MENGGUNAKAN JAVA 2 MIKRO EDITION DAN XML (2005)

185. PENGELOLAAN USER ACCOUNT PADA JARINGAN BERBASIS LINUX (1999)

186. ALAT PENGHITUNG BIAYA PERCAKAPAN TELEPON APLIKASI RUMAH TANGGA (2002)

187. MODEL ALAT UJI DISOLUSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C51 DENGAN KAJIAN KENDALI KECEPATAN PUTARAN STIRRER DAN PENCACAH WAKTU (2003)

188. TRANSMISI SINYAL SUARA MENGGUNAKAN INFRA MERAH (2002)

189. PENGEMBANGAN DEBUG CARD SEBAGAI ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN PADA MOTEHRBOARD (1999)

190. TA STUDI TENTANG PRIVATE VIRTUAL NETWORK PADA JARINGAN CERDAS (2003)

191. TA TRANSMISI DATA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MODULASI DPSK [DIFFERENTIALLY PHASESHIFT KEYING] (1997)

192. TA SIMULASI SISTEM DRILLING OTOMATIS SEBAGAI APLIKASI PROGRAMMABEL LOGIC CONTROLLER (1998)

193. TA PENGOPERASIAN GENERATOR SINKRON PADA STASIUN RRI CAB. MADYA YK (2006)

194. PENGENDALI SUHU AIR DENGAN KONTROL PID BERBASIS KOMPUTER MELALUI PARALLEL PORT (2006)

195. PERANCANGAN MOUSE P5/2 OPTIS WIRELES (2006)

196. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI PONDOK PESANTREN AL HIKMAH GUBURUBUH GETAS PLAYEN GUNUNG KIDUL DIY (2003)

197. TA PENGGUNAAN LEMBAGA UNTUK MATERIAL ROTOR PADA MOTOR INDUKSI PRIMARY AIR FAN [PAF] (2006/2007)

198. PENGUJIAN ARUS BOCOR DAN KOMPOSISI KIMIA PERMUKAAN PADA MATERIAL ISOLASI BERBAHAN DASAR RESIN EPOKSI DENGAN PENGISI ALUMUNIUM TRIHYDRATE [ATH] DAN PASIR SILIKA TERKONTAMINASI POLUTAN PARANGTRITIS

199. PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS BERDASARKAN PENILAIAN KINERJA GURU BERBASIS METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (2006)

200. PENYANDIAN SINYAL SUARA REAL TIME DENGAN METODE LPC [LINEAR PREDICTIVE CODING] (2006)

201. PEMANFAATAN SINYAL DUALTONE MULTI FREQUENCY [DTMF] SEBAGAE KENDALI LAMPU (2006)

202. PENGENDALIAN CITRA WAJAH DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION (2007)

203. PENGENDALIAN ALAT-ALAT LISTRIK MEMANFAATKAN JALA-JALA LISTRIK DENGAN SINYAL AUDIO (2006)

204. COUNTER KENDARAAN DI RUANG PARKIR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 (2002)

205. LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. TELKOM (1998)

206. PHEMATIC SEBAGAI PENUTUP BOTOL DENGAN KONTROL PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL (2001)

207. ANALISIS KOMPARATIF KERJA SAMA KEAMANAN ALIRAN KOMUNIKASI JARINGAN CDMA 2000 (2004)

208. APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S51 SEBAGAI PENANDA WAKTU SHOLAT, PENGENDALI LAMPU DAN SISTEM KEAMANAN RUMAH (2006)

209. DESKRIPSI KEMAMPUAN BERWIRASWASTA SISWA KELAS II BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRO SMK NEGERI 2 WONOSARI (2003)

210. PASTEURIZER SUSU SISTEM ELEKTRIK METODE HIGHT TEMEPRATURE SHORT TIME [HTST] DAN LOW TEMPERATURE LONG TIME [LTLT] (2004)

211A. PROTOTIPE ROBOT PENGANGKAT BARANG BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C 51 [KAJIAN SOFTWARE] (2006)

211B. MONITORING TRAFFIC JARINGAN DAN CAPACITY PLANNING PADA GROUP WISE SYSTEM MENGGUNAKAN PROGRAM CACTI DI PT. BADAK NGL (2007)

212. SISTEM PEMBUKA PINTU GESER HOTEL BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C 51 (2006)

213. APLIKASI PENGENDALIAN LEVEL AIR DENGAN MENGGUNAKAN PLC OMRON CPM 2A (2005)

214. TA PENGENDALI CONVEYOR OTOMATIS BERBASIS PPI 8255 (2003)

215. TA SISTEM PROTEKSI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI I FASE (CSP) DI UNIT DIKLAT PLN SEMARANG (2003)

216. PENGUJIAN UNJUK KERJA BALLAST KONVESIONAL BERMERK PHILIPS DAN AUGEN (2007)

217. TA SISTEM PENGOPERASIAN MOTOR INDUKSI 3 PHASE DAN PERAWATAN DI PERTAMINAN UP-II DUMAI RIAU (2000)

218. PERANAN JARINGAN PENSINYALAN CCS NO. 7 DALAM SENTRAL TELEKOMUNIKASI (1999)

219. APLIKASI SMS GATE WAY UNTUK SISTEM INFORMASI PENANGANAN BENCANA (2007)

220. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK BAHASA PEMROGRAMAN LADDER PLC SIEMENS SIMATIC S5 PADA SISTEM KENDALI BUCKET WHERI EXCAVATOR 202 DI PT. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) (2001)

221. PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN PADA RELOKASI FASILITAS PENUNJANG BANDARA ADI SUCIPTO YK (2007)

222. TA SIMULATOR PINTU GESER OTOMAITS MENGGUNAKAN KUNCI KODE 7 DIGIT (2002)

223. KEAMANAN JARINGAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE IPS [INSTRUSION PREVENTION SYSTEM] (2007)

224. TA KONTROL LOGISTIC PART LIFTER BERBASIS PLC OMRON 2 200 HS (2007)

225. STUDI KOORDINASI PROTEKSI PADA JARINGAN TRANSMISI 115 KV AREA MINAS PT. CALTEX PACIFIC INDONESIA (2001)

226. PELILITAN ULANG MOTOR INDUKSI 3 FASE DARI I KECEPATAN MENJADI 2 KECEPATAN DI PT. MESINDO TEKNINESIA JAKARTA – 07

227. RANCANGAN BANGUN SISTEM ANTRIAN LOKET BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C 51 – 05

228. STUDI FAKTOR KEBERHASILAN HAN DOVER PADA SISTEM DUAL BAND GSM 900 DAN DCS 1800 – 06

229. PRENCANAAN REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI UNTUK MEMINIMALKAN RUGI DAYA NYATA – 07

230. ANALISIS PERENCANAAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 KV RUMAH SAKIT GRHASIA SLEMAN - 07

1. PENERAPAN METODE PENTAHAN NETRAL RESISTANSI TINGGI PADA GENERATOR YANG BERKAPASITAS 250 MVA – 90

2. ANALISA KUAT MEDAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK RADIO FM STEREO DI YOGYAKARTA – 00

3. PENGUKUR ARUS SEARAH DENGAN PC - 97

4.VOLTMETER DC ELEKTRONIK – 81

7. PENGATURAN KECEPATAN DAN PERAWATAN MOTOR LISTRIK – 00

8. INTEGRATED CIRCUIT OPERATIONAL AMPLIFIER DAN PENGGUNAANNYA DALAM RANGKAIAN DASAR

9. SISTEM DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI BANDAR SOEKARNO HATTA – 88

10. EVALUASI SISTEM PROTEKSI ARUS LEBIH PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH KOTA JAKARTA – 90

11. APLIKASI STASIUN BUMI DIGITAL DT 7000 PADA KOMUNIKASI DATA VIA SATELIT – 02

12. PERBAIKAN FAKTOR DAYA DI PG. JATIBARANG BREBES JATENG – 94

13. PIRANTI-PIRANTI GARDU INDUK – 94

14. TYRISTOFF SEBAGAI PENGGERAK MOTOR INDUKSI DENGAN KENDALI SISTEM MIKROPROSESOR Z80 – 94

15. TEKNIK DIGITALISASI ISYARAT BIDANG DASAR - 87

21. OPTIMASI PENGGUNAAN TRANSPONDER SATELIT TELKOM-I UNTUK SISTEM INTERMEDIATE DATA RATE (IDR) – 01

22. PENERAPAN MULTI-CLASS CONECCTION ADMISSION CONTROL (CAC) PADA ATM SWITCHES – 02

23. PERENCANAAN JARINGAN ANTRIAN DENGAN MEKANISME LEAKY BEAKET PADA ATM 01

24. ALAT PEMANTAU DENYUT JANTUNG JANIN SEBAGAI PENDETEKSI PRIMER KELAINAN KEHAMILAN – 01

25. ANALISIS KINERJA GENERAL PACKET RADIO SERVISE (GPRS) UNTUK APLIKASI WEB BROWSING - 02

26. KOSONG

27. PERENCANAAN LAN DENGAN TEKNOLOGI FAST ETHERNET DI PT. PETROKIMIA GRESIK – 01

28. ANALISIS PENERAPAN TP/IP OVER DVB SATELITE PADA LAYANAN INTERNET DIRECT PC - 02

30. PERENCANAAN LOCAL MUTIPOINT DISTRIVUTION SERVICE (LMDS) SEBAGAI SISTEM KOMUNIKASI BROAD BRAND WIRELESS DI WILAYAH MALANG - 02

32. ANALISIS PENERAPAN RADIO TRUNKING DI PT. BADAK NGL – 01

33. PERENCANAAN JARINGAN HYBRID FIBER-COAX (HFC) UNTUK LAYANAN MULTIMEDIA DI UNIBRAW – 02

34. PERENCANAAN IMPLEMENTASI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VOLP) PADA SENTRAL

36. ENSKRIPSI INFORMASI SUARA DENGAN RIVEST SHAMIR ADLEMAN CRYPTO SYSTEM (RSAT) – 01

37. PENERAPAN METODE C2 CELL RESELECTION PADA JARINGAN BERLAPIS GSM DI PT. TELKOMSEL JAKARTA - 02

39. PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI UNTUK PEMANTAU KUALITAS AIR SUNGAI SECARA ON-LINE - 02

41. PERENCANAAN PENERAPAN CDMA C-PHONE DI WILAYAH KEDIRI – 01

42. ANALISIS ARUS AWAL OTOTRANSFORMATOR – 96

43. PERENCANAAN PENGENDALI BEBAN KOMPENSASI DENGAN SENSOR FREKUENSI DIGITAL PADA PLTM NYAWANGAN – 93

44. MENENTUKAN HARGA KAPASITANSI MINIMUM PADA PENGEREMAN DINAMIK MOTOR TAK SEREMPAK ROTOR SANGKAR – 95

45. ANALISIS KEMAMPUAN PLTD KAHAYAN BARU TERHADAP PERKEMBANGAN BEBAN SAAT SEKARANG SAMPAI 10 TAHUN MENDATANG DI PLN WILAYAH VI CABANG PALANGKARAYA – 96

46. PERENCANAAN PENERAPAN C-PRIONE DI WILAYAH JEMBER - 01

47. RENCANA PERLUASAN JARINGAN TEGANGAN RENDAH PADA PENYULANG KOLONEL SUGIONO GARDU INDUK KEBON AGUNG DI DESA TANGKIL SARI DAN DESA RANDU GADING KECAMATAN TAJINAN MALANG – 96

48. PERENCANAAN PENEMPATAN AUTOMATIC VACUUM SWITCH PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI KEDIRI – 96

49. SISTEM PENGATUR SUHU RUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN – 02

50. PERENCANAAN ATM PADA JARINGAN AKSES PASSIVE OPTICAL NETWORK (PON) – 01

51. PERENCANAAN JARINGAN FIRBER TO THE BUILDING (FITB) UNTUK CATU I DAERAH KUTA BALI – 02

52. PERENCANAAN PENERAPAN TEKNOLOGI ENHANCED GENERAL PACKET RADIO SERVISE (EGPRS) PADA SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK GSM – 01

53. RANCANG BANGUN SISTEM DISPLAY TEKS LAGU KARAOKE DENGAN MEDIA CASETTE TAPE MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM PC-AT – 94

54. PERENCANAAN ATM PADA JARINGAN PON – 02

55. STUDI TENTANG PEMILIHAN RELE PENGAMAN ARUS LEBIH PADA JARINGAN SISTEM TENAGA LISTRIK – 88

56. SISTEM KOMUNIKASI DATA SERIAL ANTAR KOMPUTER MELALUI PERANGKAT SERIAL RS-232-C – 94

58. STUDI SISTEM PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DAN INSTALASI TENAGA LISTRIK UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG V UNIT PATAL LAWANG - 96

63. ANALISA PEMBANGKIT GELOMBANG BERJALAN DENGAN ELEKTROMAGNETIC TRANSETIS PROGRAM (EMTP) – 98

65. PEREKITAN DAN UJI COBA BEBERAPA RANGKAIAN PENGUBAH TEGANGAN – 02

66. PROTEKSI GANGGUAN ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR TENAGA GARDU INDUK – 99

67. PENGOLAHAN SINYAL PADA PACE TIME BLOCK CODE – 03

69. STAMPING MACHINE USING PLC - 03

71. RELAI TERKENDALI FREKUENSI SEBAGAI PENGAMAN GENERATOR BEBAN LEBIH – 00

72. PENERAPAN SIM PRODUKSI PT. PETROKIMIA GRESIK – 01

73. PERENCANAAN PERUBAHAN JARINGAN SISTEM RADIAL MENJADI SISTEM OPEN LOOP DENGAN MENGGUNAKAN AVS PADA PENYULANG PATIMURA DAN BUNUL DI PT. PLN DISTRIBUSI JATIM CAB. MALANG – 96

74. STUDI SUPPLY DAYA DAN PROTEKSI MELALUI GENERATOR CONTROL UNIT PADA PESAWAT TERBANG JENIS FOKER F-28 – 96

75. SIMULASI REAL TEAM SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN TELEMETERING – 96

76. PENGARUH BESARNYA NILAI KAPASITOR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA YANG DIOPERASIKAN DENGAN SUMBER TEGANGAN SATU FASA – 01

77. SISTEM PENGOLAHAN DATA DALAM PROSES PEMBUATAN REKENING LISTRIK (SK : PLN UNIT PELAYANAN WATES) – 03

78. TELAAH KINERJA JUMPER PADA TRAFO DISTRIBUSI TERHADAP KUALITAS JARINGAN (SK : PLN SLEMAN) – 03

79. PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA MELALUI RESISTAN ASUT DENGAN MENGGUNAKAN SCR - 03

81. ANALISIS OTPIMASI PERENCANAAN PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK DI DIENG PLAZA MALANG – 95

82. PENGGUNAAN PHASSE SHIFTER TRANSFORMETER BAGI PENGENDALIAN ALIRAN DAYA – 95

83. ANALISA KEMAMPUAN GENERATOR SINKRON DALAM MENARIK DAYA REAKTIF – 99

84. STUDY ANALSA SAMBUNGAN KABEL 20 DENGAN MENGGUNAKAN ISOLASI BEBAS – 93

85. PENGATURAN SUDU ROTOR DAN SUDU ANTAR PADA PENGATURAN TURBIN DAN PENGONTROL SUDU ROTOR DI PLTA SENGGURUH – 95

86. STUDY SISTEM PENGATURAN TEGANGAN ALTERNATOR PADA PESAWAT HELIKOPTER SUPER PUMA NAS-332 - 94

88. EVALUASI PENINGKATAN PELAYANAN DENGAN PERUBAHAN TEGANGAN MENENGAH DARI 6 KV KE 20 KV DAN PERUBAHAN TEGANGAN RENDAH DARI 110/220 V KE 220/380 V DI PLN DISTRIBUSI JATIM KARANG MALANG – 93

89. APLIKASI PENGATUR BEBAN BANYANGAN DENGAN SISTEMPEMICU DIGITAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MICROHIDRO – 95

90. PERENCANAAN GENERATOR EKSITASI PADA SISTEM GENERATOR SEREMPAK DENGAN METODA OPTIMASI SIMPLEK DAN FUNGSI PENALTI INTERIOR – 94

91. OPTIMASI PENGGUNAAN LISTRIK WAKTU GILING DI PG. KREBET BARU I MALANG – 94

92. PERANCANGAN KOMPENSATOR FAKTOR DAYA ELEKTRONIK SEBAGAI ALTERNATIF ALAT HEMAT ENERGI UNTUK MOTOR TAK SEREMPAK – 95

93. STUDI PERLUASAN JARINGAN DISTRIBUSI BERDASARKAN INVESTASI AWAL – 94

94. STUDY PENERAPAN SISTEM KOMBINASI KASKADE DAN DISKRIMINASI PADA KOORDINASI PEMUTUS BEBAN DI PLTGU GRESIK – 94

95. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PENGAMAN URUTAN NEGATIF UNTUK GENERATOR TIGA FASA 127/220 V, 550 VA, 50 HZ – 94

96. PENENTUAN BREAKING CAPACITY CIRCUIT BREAKER DI GARDU INDUK DENGAN TEGANGAN KERJA 150 KV DI SALURAN GI WARU – GI TANDES

97. STUDI PERHITUNGAN TEKNIS KEBUTUHAN TRAFO DISTRIBUSI – 94

98. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN REAKTOR JENUH SEBAGAI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA ROTOR BELITAN – 95

99. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN MENGGUNAKAN INVENTER – 95

100. ANALISIS PERENCANAAN SISTEM PERTANAHAN ALTERNATIF PADA GARDU INDUK ISO KV BANYUDONU BOYOLALI – 95

101. OPERASI EKONOMIS DARI KOMBINASI ANTARA PLTA DAN PLTU PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI JATIM – 95

102. PENGARUH BEBAN PUNCAK TERHADAP JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER DI KANDANGAN KAB. KEDIRI – 95

103. STUDI PENGGUNAAN 2 KAWAT TANAH PADA MENARA TRANSMISI UNTUK TEGANGAN 150 KV – 94

104. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGASUT MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN AUTOTRANSFORMATOR SECARA AUTOMATIS – 95

105. PENGGUNAAN POWER LINE CARRIER UNTUK TELEKOMUNIKASI MELALUI SALURAN TRANSMISI 150 KV PADA GARDU INDUK JEMBER – 94

106. PENGGUNAAN RECLOSER DAN SECTIONALIZER MC. GRAW DAN EDISON UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN PENYALURAN DAYA LISTRIK PADA SUTM 20 KV PENYULANG LUWUS DI GARDU INDUK KAPAL BALI – 95

107. ANALISIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH SISTEM 20 KV DI PLN WILAYAH XI RANTING TABANAN UNTUK MASA 10 TAHUN YANG AKAN DATANG – 94

108. STUDI KONTIUNITAS PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK UNTUK RUANG BEDAH PADA RSUD DR. SYAIFUL ANWAR MALANG – 93

110. ANALISIS PENGUJIAN TAN DELTA DAN KAPASITANSI TRANSFORMATOR DENGAN ALAT UJI OLMAN CB-100 – 94

111. STUDI KOORDINASI ANTARA CIRCUIT BREAKER DENGAN AUTOMATIC VACUUM SWITCH PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN TENAGA LISTRIK DI BANJARMASIN – 94

112. STUDI PERHITUNGAN TAHANAN PENTANAHAN KAKI MENARA TEGANGAN TINGGI 150 KV ANTARA GI SEKAR PUTIH DAN GI NGOPO – 95

113. STUDI MENGENAI KABEL LAUT 150 KV JAWA-BALI – 95

114. PERKIRAAN PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DENGAN PENINGKATAN KUALITAS DAYA LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV PADA GARDU INDUK KAPAL DENPASAR BALI – 94

115. STUDI PENENTUAN RATING BUSBAR PADA SWITCH YARD 150 KV GARDU INDUK KEBON AGUNG MALANG – 88

116. PEMAKAIAN PETERSEN COLL DAN NEUTRAL GROUNDING RESISTOR PADA SISTEM 70 KV DI GARDU INDUK WARU – 95

117. PERENCANAAN CURRENT LIMITING REAKTOR HUBUNG SINGKAT ANTAR BEBAN UNIT III DAN UNIT IV DI PLTU PT. KERTAS LECES PROBOLINGGO - 95

121. TEKNIK INTERPOLASI PERCAKAPAN DIGITAL PADA TIME DIVISION MULTI PLACE ACCESS (TDMA) INTELSAT – 95

122. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN RANGKAIAN PENGENDALI INSTALASI POMPA LISTRIK 380 V 3 FASA – 94

123. SISTEM PENGGUNAAN RELAI APUR LEBIH SEBAGAI PENGAMAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DI PLTN PERAK UNIT III DAN IV SURABAYA – 95

124. STUDI ALTERNATIF PENGGANTI FORMAT DATA SINKRO MENUJU FORMAT DATA MOTOR STEPPER – 96

125. PERANCANGAN KOMPENSATOR FAKTOR DAYA ELEKTRONIK SEBAGAI ALTERNATIF ALAT HEMAT ENERGI UNTUK MOTOR TAK SEREMPAK – 95

126. ANALISA PENGEMBANGAN KAPASITAS SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI PULAU LOMBOK TAHUN 19945-2004

127. INVERTER GELOMBANG SINUS - 95

129. ANALISIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH SISTEM 20 KV DI PLN WILAYAH VI RANTING BANJARMASIN UNTUK MASA 10 TAHUN YANG AKAN DATANG – 94

130. STUDI TENTANG KEANDALAN JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV KOTA SURABAYA – 95

131. PENGGUNAAN METODA EVALUASI RUGI-RUGI TRANSFORMATOR UNTUK MENENTUKAN BIAYA KOMPARATIF KESELURUHAN TRANSFOMRATOR DISTRIBUSI TIPE WOUND BERKAPASITAS 110 KVA – 94

132. PERENCAAAN DAN PEMBUATAN PERALATAN PENGATUR KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH DENGAN MENGGUNAKAN PERSONAL KOMPUTER – 95

133. ANALISA PENGARUH KUTUB BANTU TERHADAP REAKSI JANGKAR DAN KOMUTASI PADA GENERATOR DC DI PLTA SUTAMI MALANG - 94

135. RAMALAN BEBAN BERDASARKAN BEBAN PUNCAK UNTUK KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK DI KOTA MALANG SAMPAI TAHUN 2000 – 94

136. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN SISTEM PROTEKSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA TERHADAP PENGARUH PUTUSNYA SALAH SATU KAWAT CATU DAYA – 95

137. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC-SHUNT MENGGUNAKAN RANGKAIAN DC-CHOPPER YANG DIKENDALIKAN OLEH KOMPUTER – 95

138. STUDI KOORDINASI ANTARA FUSE CUT OUT DENGAN CIRCCUIT BREAKER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG PAKISAJI DI JATIM UNTUK PENINGKATAN KWALITAS SISTEM TENAGA LISTRIK – 94

139. PERHITUNGAN TEGANGAN INDUKSI DAN ANGKA KELUAR AKIBATA SAMBARAN KILAT TIDAK LANGSUNG PADA JARINGAN DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER – 95

140. RENCANA PENGEMBANGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI TANGERANG JAWA TENGAH - 96

142. ANALISA PRAKIRAAN PERTUMBUHAN BEBAN PADA PERUMAHAN BURING SATELIT MALANG DALAM JANGKA WAKTU 10 TAHUN MENDATANG – 94

143. PENGGUNAAN TELEPROTEKSI SEBAGAI PENGAMAN GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV ANTARA GI JEMBER – GI BONDOWOSO – 94

144. PENGEREMAN DINAMIK MOTOR INDUSTRI 30 ROTOR SANGKAR DENGAN PENGUATAN SENDIRI – 94

145. PENGENDALI MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN DC CHOPPER 2 KUADRAN – 94

146. STUDI PENGKAJIAN PENYEBAB, MACAM DAN UPAYA PENANGGULANGAN GANGGUAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DALAM KAITANNYA DENGAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI DI MALANG – 95

147. STUDI PENELITIAN PENGGUNAAN TEORI ANTRIAN DALAM SISTEM TELEKOMUNIKASI DI SENTRAL OTOMAT MALANG – 94

148. STUDI STABILITAS PADA GENERATOR SINKRON UNTUK MENENTUKAN WAKTU PEMUTUSAN KRITIS SAAT TERJADI GANGGUAN – 94

149. PENGGUNAAN ZSCT UNTUK SISTEM PROTEKSI GANGGUAN SATU FASA KE TANAH PADA PENYULANG 20 KV DI PLAN PEMBANGKIT DAN PENYALURAN JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI – 94

150. STUDI PENGGUNAAN KOMPENSATOR PADA SISTEM TRANSMISI UHV – 94

151. ANALISIS KUALITAS TRANSMISI CELLULAR MOBILE PHONE DI RBS GUNUNG GEBUG AKIBAT PROPAGASI GELOMBANG PERMUKAAN – 94

152. APLIKASI JAM DAN PENANGGALAN DIGITAL UNTUK MENENTUKAN WAKTU SHALAT - 97

154. MEDOIA PEMBELAJARAN LEMARI PENDINGIN – 03

155. ANALISIS SISTEM KERJA PENGUAT SERAT TERDADAH ERBIUM DALAM SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIS - 03

157. MEDIA PEMBELAJARAN MESIN LISTRIK ARUS SEARAH – 03

158. SMART BUILDING BERBASIS KOMPUTER - 04

159. PERENCANAAN RANGKAIAN AMPLIFIER YANG MENGGUNAKAN PENGUAT BASS DAN TRIBLE DILENGKAPI PEREDAM NOISE UNTUK KEJERNIHAN KUALITAS SUARA – 03

160. PERENCANAAN UMUM DALAM PEMBUATAN SEBUAH UNIT BATTERE CHARGER /ACCU OTOMATIS MENGGUNAKAN IC 741 SEBAGAI PENGENDALI ARUS – 03

161. ANALISIS RANGKAIAN KAPASITOR PENGGANTI UNTUK MOTOR INDUKSI SATU FASA – 03

162. MODIFIKASI PESAWAT TELEREPORT SEBAGAI LINK REPORTASE – 02

163. PENGARUH JUMLAH BULUNGAN OSILATOR TERHADAP PENERIMAAN SIARAN PADA MW MF-008 – 02

164. SISTEM ALAT PERBAIKAN FAKTOR KERJA DENGAN KAPASITOR BANK SECARA OTOMATIS - 02

165. KOSONG

166. PENGGUNAAN SAKLAR ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTI SAKLAR SENTRIFUNGAL TERHADAP BELITAN BANTU PADA MOTOR KAPASITOR – 03

167. PERENCANAAN PEMBUATAN LILITAN ROTOR (MOTOR LISTRIK) YANG DI APLIKASIKAN PADA POMPA AIR - 03

169. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR AC PENGUATAN TERPISAH MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL INTEGRATOR DERIVATIF (PID) – 03

170. MODIFIKASI SIGNAL GENERATOR BUNYI UNTUK PERCOBAAN RESONANSI KOLOM UDARA – 02

171. MEMANFAATKAN JARINGAN KOMPUTER SEBAGAI PENGENDALI SUHU RUANGAN DENGAN PPI-8255 - 01

175. PERANCANGAN SISTEM PENGATUR OTOMATIS INTENSITAS PENERANGAN DENGAN MEMANFAATKAN RANGKAIAN PENGENDALI DAYA BEBAN - 02

177. SISTEM KOORDINASI RELE PENGAMAN ARUS LEBIH DI PT. SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS DRIYOREJO GRESIK - 03

179. PEMBUATAN INVERTER 12 VOLT AC KE 220 VOLT AC BERBASIS DIGITAL – 03

180. PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK TERHADAP PANJANG PENGELASAN TANPA DIAYUN PADA PERMUKAAN BAJA CARBON RENDAH KETEBALAN 10 MM – 01

181. PENGGUNAAN RANGKAIAN TRIAC-DIAC DALAM HUBUNGAN STAR-DELTA MOTOR INDUKSI TIGA FASA – 03

182. PERANCANGAN PERANGKAT PENCATAT WAKTU PENERBANGAN DENGAN BORLAND DELPHI 3.0 – 01

183. SISTEM ALAT DETEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG BANYAK RUANGAN – 02

184. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SPRAYGUN ELECTROSTATIS TERHADAP HASIL PENGECATAN - 03

186. MENGATUR INTENSITAS PENERANGAN LAMPU TL 20 WATT, 220 VOLT MEMAKAI DIMMER - 02

188. PERHITUNGAN INTENSITAS PENERANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI – 03

189. PERANCANGAN UNIT PERBAIKAN FAKTOR KERJA DENGAN KAPASITOR BANK SECARA OTOMATIS – 01

190. PERANCANGAN ALAT UJI DIODE MELALUI PENAMPAKAN GRAFIK KARAKTERISTIK KOMPONEN BERBASIS KOMPUTER – 01

191. PERANCANGAN ALAT STIMULASI PARKIR MODEL LIFT GEDUNG BERTINGKAT BERBASIS KOMPUTER – 01

192. RANCANGAN PROTEKSI PERLENGKAPAN ELEKTRONIK TEGANGAN LEBIH SURYA – 02

193. PERBANDINGAN INTENSITAS PENERANGAN DAN DAYA TAHAN LAMPU ANTARA YANG MENGGUNAKAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA DENGAN BALLAST PADA LAMPU TL - 03

196. PERBEDAAN SISTEM RANGKAIAN MEMBALIK ARAH PUTARAN MOTOR TIGA FASA MENGGUNAKAN SISTEM SAKLAR HANDEL DAN KOTRAKTOR TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RANGKAIAN – 01

198. SOFTWARE ACCUMARK SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN MARKER – 02

199. PENGARUH TINGKAT KEASAMAN ELECTROLYTE TERHADAP ISI (MUATAN) BATTERY – 01

201. PENGATUR LAMPU LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN JALAN – 98

202. EKSPERIMEN ALAT PEMANTAU KOTAK POS DENGAN SISTEM DIGITAL - 99

204. WIDEBAND – CDMA SEBAGAI ANTARMUKA PADA UNIVERSAL MOBILE TELCOMUNICATION SYSTEM (UMTS) – 02

205. KINERJA 4 TRANSFORMATOR 20KV/400V DI PT. TRISULA BANTEN TEXTILE MILL CIMAHI - 00

206. KENDALI KECEPATAN MOTOR DC DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI LEBAR PULSA – 02

207. PEMANFAATAN KUMPARAN SEBAGAI SENSOR KUAT ARUS LISTRIK BOLAK BALIK SINUSOIDAL – 04

208. AKUISISI DATA TEGANGAN AC MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT 89 C 51 – 03

209. GANGGUAN KEBAKARAN PADA INTALASI TEGANGAN LISTRIK RENDAH

210. STUDI PERANCANGAN JARINGAN LISTRIK INDUSTRI DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK DESA – 03

211. MOTOR LISTRIK 3 PHASE SEBAGAI PENGGERAK ELEVATOR DI NATOUR GARUDA HOTEL – 02

212. PENERAPAN METODE AKSES JAMAK PEMBAGIAN SANDI UNTUK SISTEM OPERASI PADA SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SELUL OF DIGITAL - 97

314. MOBILITAS IPV6 – 04

215. PERANCANGAN SISTEM PENSINYALAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C SI - 04

217. STUDI PENGGUNAAN LYDT SEBAGAI ELEMEN MASUKAN BAGI SISTEM INSTRUMENTASI SUDU HANTAR DI PLTA SENGGURUH – 94

218. ANALISIS PEMBEBANAN TAK SEIMBANG PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI TIGA FASA DENGAN KOMPONEN SIMETRIS – 94

219. ANALISIS PERHITUNGAN DAYA TERPASANG UNTUK JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK DI DESA KARANGREJO KAB. BLITAR SAMPAI LIMA TAHUN MENDATANG - 95

220. AKUISISI DATA TEGANGAN AC MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT 89 C SI – 03

221. PENGGUNAAN PHASE LOCKED LOOP UNTUK PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT 1 KW 220 VOLT - 93

222. ANALISIS DAERAH CAKUPAN RADIO AKSES ULTRAPHONE DENGAN STUDI KASUS DAERAH BASE STATION UJUNG PANDANG – 99

223. INTEGRASI APLIKASI PERBANKAN MENGGUNAKAN J.2 EE (JAVA TO ENTERPRISE EDITION) APLIKSI SERVER – 05

224. PENERAPAN TAPIS KALMAN UNTUK MENGHAPUS INTERFERENSI DERAU HARMONIK – 98

225. PEGGUNAAN KOMUNIKASI ANTAR PLC UNTUK MENGENDALIKAN POSISI MOTOR DC DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN KENDALI LOGIKA FUZZY – 01

226. PERENCANGAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DALAM PROSES PENGISIAN UBAT SIRUP DALAM INDUSTRI FARMASI - 03

ini juga ada judul-judul buat teman-teman kedokteran,semoga bisa membantu buat referensi judul anda…

1. DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK TEMU KUNCI (BOESEN BERGHIA PANDURABI, ROXB) TERHADAP ASCARIDIA

GALLI SECARA IN VITRO (2000)
2. PENGARUH STRESSOR PSIKOSOSIAL TERHADAP DEPRESI PADA TENAGA KERJA WANITA SEKTOR INDUSTRI

TEKSTIL DI KOTAMADYA YK (1997)
3. KEANEKARAGAMAN GENETIK AEDES ALBOPICTUS SKUSE (DIPTERA : CULICIADE) VEKTOR DENGUE DAN

RESPONNYA TERHADAP MATION DAN TEMEFOS (2004)
4. PENGARUH EKSTRAK KOPI TERHADAP AKTIVITAS BLATTA SP DAN PERIPLANETTA SP DI LABORATORIUM

(1996)
5. PENATALAKSANAAN KASUS-KASUS INFERTILITAS DI RSUD DR. SARDJITO TAHUN 1987/1988 SUATU

PENELITIAN DESKRIPTIF DI LABORATORIUM ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
6. TEST FAAL HATI SEBAGAI PEMERIKSAAN PENUNJANG PADA PENYAKIT HATI MENAHUN DI RSUD DR.

SARDJITO YK (1989)
7. KORELASI ANTARA BERAT HAIT DAN BERAT BADAN SAPI BALI JANTAN UMUR 1,5-2 TAHUN DI KAB.

KOLAKA SULTRA (2001)
8. PERBANDINGAN KEPARAHAN MALOKLUSI DAN KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTIK DENGAN MENGGUNAKAN

DENTAL AESTHETIC INDEX PADA REMAJA JAWA DAN CINA DI KOTA YK (2001)
9. DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MCROTARPA (SCHIFF) BOERL) TERHADAP

PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOKOKUS ALFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN STERILISASI SALURAN AKAR

(KAJIAN IN VITRO) (2002)
10. DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MCROTARPA (SCHIFF) BOERL) TERHADAP

PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOKOKUS ALFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN STERILISASI SALURAN AKAR

(KAJIAN IN VITRO) (2002)
11. KOSONG
12. DAYA ANTIBAKTEI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR SODIUM HIPOKLORIT 5,25% AN LIDOKAIN HCL 2%

YANG MENGANDUNG ANDRENALIN TERHADAP ENTEROCOCCUS FAECALIS 9KAJIAN IN VITRO) (2003)
13. PENGARUH CARA TRITURASI AMALGAM TERHADAP KEBOCORAN MIKRO RESTORASI KAVITAS KELAS I

AMALGAM (KAJIAN IN VITRO) (2003)
14. PERBANDINGAN NILAI FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PULSUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

SELAMA TERANESTESI DENGAN KETAMIN HIDROKLORIDA, KOMBINASI XYLAZIN KETAMIN HIDROKLORIDA DAN

DIAZEPAM-KETAMIN HIDROKLORIDA (2005)
15. PERBANDINGAN NILAI FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PULSUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

SELAMA TERANESTESI DENGAN KETAMIN HIDROKLORIDA, KOMBINASI XYLAZIN KETAMIN HIDROKLORIDA DAN

DIAZEPAM-KETAMIN HIDROKLORIDA (2005)
16. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN SALAM (EUGENNIA POLYANTHA W) TERHADAP KADAR

KOLESTEROL SERUM TERHADAP TIKUS PUTIH (1999)
17. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN AKTIVITAS FISIK DASAR DAN INSTRUMEN

PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 USIA LANJUT DI RSUD DR. SARDJITO (2005)
18. MANAJEMEN STROK ISKEMIK AKUT (1999)
19. ANGIOGENESIS DAN PROGRESIFITAS KARSIPITAS KARSINOMA NASOFARINGS (2004)
20. PERBEDAAN RATA-RATA INTELEGENSI (IQ) DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR YANG

MENDERITA DAN TIDAK MENDERITA GONDOK DI DAERAH ENDEMIX GAXI BERAT KEC. CANGKRINGAN KAB.

SLEMAN (2005)
21. KEKUATAN GESER PEREKATAN BRAKET LOGAM PADA PERMUKAAN PORSELIN GIGI YANG DIKASARKAN

SECARA MANULA MENGGUNAKAN GRINDING STRIP DI IKUTI ETSA APF 1,123% (2005)
22. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER BRAKET REKAT ULANG DENGAN DUA MACAM TEKNIK PEMBERSIHAN BAHAN

PEREKAT (2005)
23. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER DAN TARIK ANTARA PEREKATAN BRAKET SERAMIK DENGAN SELF

ETCHING PRIMER DAN RESIN KOMPOSIT ETSA AKTIVITASI SINAR (2005)
24. PERBANDINGAN KEKUATAN PEREKATAN ANTARA BRAKET KOMPUSIT DAN BRAKET LOGAM PADA GIGI

MENGGUNAKAN SEMEN IONOMER KACA POLIMERISASI SINAR (2003)
25. PERBANDINGAN BESAR GAYA GESEK KAWAT BUSUR SEGI EMPAT NIRKARAT PADA BRAKET LOGAM ANTARA

TEKNIK LIGASI LIGATUR KAWAT DAN ELASTOMER (2005)
26. PENGARUH AMALGAM TERHADAP PELEPASAN ION NIKEL KAWAT BUSUR OTRTODONTIK CEKAT AUSTRALIA

DAN NIKEL TITANIUM (STUDI LABORATORIS PADA LINGKUNGAN SALIVA TIRUAN PH NORMAL) – 05
27. PENGARUH DISKREDASI UKURAN GIGI TERHADAP OKLUSI SETELAH PERAWATAN ORTODONTIK DENGAN

PENCABUTAN 4 GIGI PREMOLAR PERTAMA (PENDEKATAN ANALISIS BLTON DAN 6 KUNCI OKLUSI ADRESUS) –

05
28. KEKUATAN GESER PEREKATAN BRAKET LOGAM PADA PERMUKAAN PORSELIN GIGI YANG DIKASARKAN

SECARA MANUAL MENGGUNAKAN GRINDING STRIP DI IKUTI ETSA APF 1,123% PENELITIAN EKSPERIMENTAL

LABORATORIS – 05
29. KEKUATAN PERLEKATAN GESER DAN TARIK SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI SEBAGAI BAHAN PEREKAT

BRAKET BEGG LOGAM DENGAN DAN TAMPA ETSA (PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS) – 02
30. PERBEDAAN KEKUATAN GESER DAN TARIK BRAKET BEGG LOGAM YANG DILEKATKAN MEMAKAI BAHAN

PEREKAT AKTIFAI KIMIAWI YANG MENGANDUNG FLUORID DAN YANG TIDAK MENGANDUNG FLUROID – 01
31. PENGARUH KONTAMINASI SALIVA PADA PEREKATAN RESIN KOMPOSIT HIDROFILIK DENGAN AKTIVASI

SINAR TAMPAK TERHADAP KEKUATAN GESER DAN TARIK BEGG LOGAM - 05
32. PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DALAM SALIVA BUATAN TERHADAP PELEPASAN ION KAWAT AUSTRALIA

(KAJIAN LABORATORIS IN VITRO) (2005)
33. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER BRAKET KERAMIK RETENSI MEKANIS REKAT ULANG DENGAN DUA TEKNIK

PEMBERSIHAN BAHAN PEREKAT (2005)
34. PENGARUH PENAMBAHAN KLOREKSIDIN ASETAN 2% PADA BAHAN PEREKAT IONOMER KACA UNTUK WAKTU

PELEKATAN 30 MENIT DAN 24 JAM TERHADAP KEKUATAN TARIK BRAKET ORTODONTIK (2002)
35. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER DAN TARIK ANTARA BRAKET LOGAM DENGAN BRAKET SERAMIK SISTEM

PELEKATAN LANGSUNG MENGGUNAKAN KOMPOSIT AKTIVASI SINAR TAMPAK (2002)
36. PERBEDAAN KELARUTAN GUTA PERCA DALAM BAHAN PELARUT KLOROFORM DAN BAHAN PELARUT XILENA

SEBAGAI BAHAN PENGISI SALURAN AKAR GIGI (2000)
37. PERAWATAN ORTODONSI SETALAH SURGICAL EKSPOSURE PADA GIGI INSISIVUS SENTRALIS RAHANG ATAS

YANG MENGALAMI INFEKSI DENGAN POSISI ERUPSI TERBALIK PADA ANAK (LAPORAN KHUSUS) (2005)
38. KTI HBU. MAKANAN SELINGAN TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA SDN KADIPIRO I BANTUL (2006)
39. KTI GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN KARIOGENIK TERHADAP KARIES PADA SISWA

KELAS IV SD PETINGGEN I YK (2004)
40. KTI FAKTOR PENYEBAB PENGERASAN AMALGAM TERLALU LAMA (2001)
41. KTI PENGARUH MAKANAN MENGANDUNG ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP PERTUMBUHAN GIGI SUSU ANAK

BALITA USIA 30 BULAN DI POSYANDU PUSKESMAS DEPOK YK (2003)
42. KTI PERBEDAAN SKOR PLAK DENGAN MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN BULU JENIS SOFT DAN MEDIUM PADA

ANAK UMUR 10-13 TH DI SDN KAYI MOJO YK (2004)
43. PENGARUH POLA MAKAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA DAN KETERATURAN MAKAN TERHADAP ANGKA KARIES GIGI

PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK NEGERI II YK (2003)
44.KTI PENGARUH UPAYA KESEHATAN OLEH GURU TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA

UMUR 10-12 TAHUN DI SD JUMENENGAN KIDUL WILAYAH KERJA PUSKESMA MLATI II SLEMAN (2003)
45.KTI PENGARUH PADA MAKAN TERHADAP ANGKA KARIES PADA ANAK TK ABA SLEMAN UMUR 4-5 TAHUN DI

WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLEMAN (2003)
46. HUB. MAKAN SELINGAN TERHADAP ANGKA KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU

HIDAYATULLOH KEC. NGAGLIK SLEMAN
47. KTI PERBEDAAN SKOR PLAK DENGAN MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN BULU JENIS SOFT DAN MEDIUM PADA

ANAK UMUR 10-13 TH DI SDN KAYI MOJO YK (2004)
48. TEKNIK PEMERIKSAAN SINUS PARANASOL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGANYAR
49. PEMBERIAN OBAT TUNGGAL DAN KOMBINASI PADA PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DAN RAWAT

INAP DI RSUD PKU MUHAMMADIYAH YK PERIODE 1 JANUARI 05 – 31 DESEMBER 02 (2006)
50 . FAKTOR RESIKO PADA PASIEN HIPERTENSI YANG DIRAWAT DI BANGSAL KELAS III RSU PKU MUH YK

(2006)
51. EFEK NYERI AKUT PASKA PEMBEDAAN TERHADAP KUALITAS HIDUP YANG DIPENGARUHI KESEHATAN

(2004)
52. KTI HUB. ANTARA DEPRESI DENGAN PENYALAHGUNAAN OBAT PADA SANTRI
53. KTI PENCEGAHAN KARIES BARU PADA ANAK BERDASARKAN URUTAN FAKTOR RESIKO DAN REKOMENDASI

DARI KARIOGRAM IBU DAN ANAK (2005)
54. HUB. STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN KESEHATAN GINGRUVA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PASIEN DI


More aboutcontoh judul skripsi